Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Visit Agenda: Dari Panas Bumi: Inovasi Pertamina Hadirkan Secangkir Kopi

Linda Martinez - aruskabar.com 3 mins read

Dari Panas Bumi: Inovasi Pertamina Hadirkan Secangkir Kopi Visit Agenda - Pada Jumat, 26 Juni 2026, sejumlah tamu undangan dan pengelola sektor pertanian

Visit Agenda: Dari Panas Bumi: Inovasi Pertamina Hadirkan Secangkir Kopi

Dari Panas Bumi: Inovasi Pertamina Hadirkan Secangkir Kopi

Visit Agenda – Pada Jumat, 26 Juni 2026, sejumlah tamu undangan dan pengelola sektor pertanian menghadiri Visit Agenda di PGE Area Kamojang, yang berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat bagaimana teknologi panas bumi tidak hanya menggerakkan sektor energi hijau tetapi juga memberikan dampak nyata pada industri pertanian lokal, khususnya pengolahan kopi Arabika. Dengan inovasi terbaru dari Pertamina, sebuah proses baru berbasis panas bumi sedang diterapkan, mengubah cara pengeringan kopi secara drastis dan meningkatkan kualitas produk secara signifikan.

Kamujang: Simbol Energi Bersih yang Mendukung Pertanian

Sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia, Kamojang menjadi contoh nyata bagaimana pengembangan sumber daya alam berkelanjutan dapat bermuara pada keberlanjutan ekonomi. Dalam Visit Agenda tersebut, Muhammad Baron, Wakil Presiden Komunikasi Korporasi Pertamina, menekankan bahwa inovasi ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk mengintegrasikan energi terbarukan dengan kebutuhan masyarakat. Teknologi panas bumi yang digunakan tidak hanya mendukung pengurangan emisi karbon tetapi juga menjadi solusi untuk mempercepat proses produksi kopi, menghemat waktu, dan meningkatkan hasil.

“Kamojang bukan hanya sekadar tempat produksi listrik geothermal, tetapi juga menjadi tumpuan bagi upaya memperkuat ketahanan pangan melalui inovasi teknologi. Dalam Visit Agenda ini, kita melihat bagaimana teknologi ini mampu memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang saling mendukung,” kata Baron.

Berbeda dari metode tradisional yang mengandalkan bahan bakar seperti batu bara atau kayu bakar, Pertamina menghadirkan solusi baru berupa Geothermal Dry House. Teknologi ini menggunakan panas dari steam trap yang dihasilkan oleh PGE untuk memanaskan udara secara langsung, mengeringkan biji kopi secara merata tanpa mengganggu aroma dan rasa alami. Hasilnya, biji kopi yang dihasilkan memiliki kualitas lebih tinggi, serta mengurangi risiko kerusakan akibat panas berlebihan.

Proses Pemanfaatan Panas Bumi dalam Produksi Kopi

Pada Visit Agenda kali ini, para peserta juga melihat demonstrasi langsung bagaimana panas bumi diintegrasikan ke dalam alur produksi kopi. Teknologi ini mengubah peran PGE dari sekadar produsen listrik menjadi pelaku yang turut berkontribusi pada sektor pertanian. Dengan efisiensi mencapai 300 persen, proses pengeringan kini bisa dilakukan dalam waktu 3-10 hari, dibandingkan 30-45 hari sebelumnya. Inovasi ini menunjukkan bagaimana penggunaan energi terbarukan dapat menjadi pendorong utama dalam mengembangkan industri pertanian berkelanjutan.

Proses pemanfaatan panas bumi ini diadaptasi agar sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan industri lokal. Pertamina bekerja sama dengan petani setempat untuk memastikan bahwa teknologi ini tidak hanya mendukung produksi kopi tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Dengan adanya Geothermal Dry House, petani dapat memproduksi kopi dengan biaya lebih rendah, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Ini menjadi bukti bahwa Visit Agenda Pertamina tidak hanya fokus pada energi hijau tetapi juga pada pengembangan ekonomi inklusif.

“Kami berharap inovasi ini menjadi titik awal dari perubahan besar dalam sektor pertanian. Dengan Visit Agenda seperti ini, kita bisa berdiskusi langsung dengan petani dan mengidentifikasi peluang pengembangan yang lebih luas,” ujar salah satu peserta dari organisasi pertanian lokal.

Manfaat Lingkungan dan Ekonomi dari Inovasi Pertamina

Dalam Visit Agenda tersebut, Pertamina juga menyoroti manfaat lingkungan dari penggunaan panas bumi. Dengan menggantikan sumber energi fosil, emisi karbon yang dihasilkan dalam proses pengeringan kopi berkurang hingga 70 persen. Hal ini membantu menjaga kualitas udara dan keanekaragaman hayati di sekitar Kamojang, yang sebelumnya menjadi area yang rawan polusi akibat penggunaan bahan bakar tradisional. Selain itu, penghematan energi yang signifikan juga memungkinkan peningkatan kapasitas produksi hingga 5 kali lipat.

Komitmen Pertamina dalam mengembangkan panas bumi tidak hanya terbatas pada Kamojang. Perusahaan ini juga sedang memperluas proyek geothermal di berbagai daerah seperti Purworejo dan Pacet, yang semuanya berada di kawasan penghasil kopi. Dengan Visit Agenda ini, Pertamina ingin menunjukkan bahwa energi terbarukan bisa menjadi peluang baru untuk memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi. Teknologi yang diterapkan di Kamojang diharapkan bisa menjadi model untuk pengembangan serupa di wilayah lain.

Leave a reply