Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Topics Covered: Industri AMDK Minta Regulasi Dievaluasi, DPR Siap Tampung Masukan untuk Perbaikan Aturan

Elizabeth Davis - aruskabar.com 3 mins read

Industri AMDK Minta Evaluasi Regulasi, DPR Siap Perbaikan Aturan Topics Covered – Pertemuan antara industri air minum dalam kemasan (AMDK) dan Komite VII DPR

Topics Covered: Industri AMDK Minta Regulasi Dievaluasi, DPR Siap Tampung Masukan untuk Perbaikan Aturan

Industri AMDK Minta Evaluasi Regulasi, DPR Siap Perbaikan Aturan

Topics Covered – Pertemuan antara industri air minum dalam kemasan (AMDK) dan Komite VII DPR RI menjadi sorotan dalam upaya memperbaiki regulasi yang dinilai kurang mendukung pertumbuhan sektor ini. Kegiatan yang berlangsung di PT Muawanah Al Ma’soem, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 25 Juni 2026, menandai langkah awal untuk menggali masukan dari pelaku usaha mengenai kebijakan yang memengaruhi operasional mereka. Sesi ini juga membahas kebutuhan adopsi standar nasional yang lebih fleksibel serta pengawasan terhadap kualitas produk untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Topics Covered mencakup isu utama seperti biaya produksi yang meningkat, masalah izin operasional, dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam pengelolaan limbah.

Proses Evaluasi Regulasi yang Berkelanjutan

Dalam diskusi, para pengusaha menekankan perlunya revisi kebijakan yang saat ini dianggap berat bagi pengembangan usaha. Direktur PT Muawanah Al Ma’soem, Evan Agustianto, menyampaikan bahwa penyesuaian regulasi akan memungkinkan industri AMDK menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan dengan lebih efektif. “Regulasi yang ada perlu disesuaikan dengan dinamika pasar modern, termasuk kebutuhan konsumen akan keberlanjutan lingkungan,” jelas Evan. Topics Covered juga mencakup rekomendasi untuk meninjau ulang kebijakan pajak serta pengaturan kuantitas produksi yang terlalu ketat.

“Panja AMDK dibentuk untuk menciptakan ruang dialog yang terbuka. Kami ingin memastikan bahwa aturan tidak hanya memenuhi kepentingan pemerintah, tapi juga mendorong inovasi dan partisipasi masyarakat,” tambah Ketua Panja AMDK Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari badan pengawas dan lembaga penelitian. Mereka sepakat bahwa perubahan kebijakan harus seimbang antara peningkatan kualitas produk dan kesederhanaan proses produksi. Topics Covered juga menyoroti pentingnya harmonisasi regulasi dengan target peningkatan produksi yang realistis. Selain itu, ada kebutuhan untuk menambahkan parameter pengukuran keberlanjutan lingkungan dalam penilaian produk AMDK.

Langkah Strategis untuk Industri AMDK

Komite VII DPR RI menjanjikan bahwa hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk revisi regulasi yang lebih inklusif. Evita Nursanty menekankan bahwa diskusi ini bukan sekadar analisis, tetapi juga untuk menghasilkan solusi konkret. “Kami berharap melalui Topics Covered, semua pihak bisa sepakat menghasilkan aturan yang menyejahterakan industri dan masyarakat sekaligus,” tambahnya. Revisi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing AMDK di pasar nasional dan internasional.

Menurut Evan Agustianto, industri AMDK memiliki peran penting dalam mengurangi ketergantungan pada air baku alami. “Dengan kebijakan yang tepat, AMDK bisa menjadi bagian dari solusi pengelolaan air yang berkelanjutan,” ungkapnya. Topics Covered juga mencakup peningkatan akses ke teknologi pengolahan air yang lebih canggih dan pengurangan biaya bahan baku yang terus naik. Diskusi ini akan dilanjutkan dalam beberapa pertemuan selama beberapa bulan ke depan.

Topics Covered menunjukkan komitmen DPR untuk memperkuat kerja sama dengan sektor industri. Mereka berharap revisi regulasi bisa mengakomodir kebutuhan usaha kecil dan menengah, yang sering kali terbatas dalam memenuhi standar nasional yang ketat. Selain itu, para pengusaha menyoroti kebutuhan adopsi kebijakan yang lebih transparan dalam pengawasan lingkungan, agar tidak menghambat pertumbuhan bisnis.

Leave a reply