Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Topics Covered: Buruh Batal Demo di Kantor Kemenkeu, Said Iqbal: Ada Itikad Baik dari Pemerintah

David Davis - aruskabar.com 3 mins read

Buruh Batal Demo di Kantor Kemenkeu, Said Iqbal Puji Itikad Baik Pemerintah Perundingan antara Buruh dan Kemenkeu Menghasilkan Kesepakatan Topics Covered:

Topics Covered: Buruh Batal Demo di Kantor Kemenkeu, Said Iqbal: Ada Itikad Baik dari Pemerintah

Buruh Batal Demo di Kantor Kemenkeu, Said Iqbal Puji Itikad Baik Pemerintah

Perundingan antara Buruh dan Kemenkeu Menghasilkan Kesepakatan

Topics Covered: Perundingan antara perwakilan buruh dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta berjalan lancar, sehingga aksi demonstrasi yang rencananya dijadwalkan pada Kamis, 9 Juli 2026, berhasil dibatalkan. Kesepakatan ini tercapai setelah Said Iqbal, Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, menyatakan pihak pemerintah menunjukkan itikad baik dalam merespons tuntutan pekerja terkait revisi pajak Jaminan Hari Tua (JHT). Topik yang dibahas mencakup penyederhanaan aturan pajak dan upaya mengurangi beban bagi pekerja.

“Kami berharap pembatalan demo ini menjadi awal dari dialog yang lebih produktif. Topik yang dibahas hari ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki kebijakan yang tidak berimbang,” kata Said Iqbal usai bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu, Rabu, 8 Juli 2026.

Tuntutan Buruh dan Upaya Pemerintah Menjaga Keseimbangan

Pembatalan aksi buruh ini menunjukkan adanya kemajuan dalam memperjuangkan kebijakan pajak yang lebih adil. Said Iqbal menjelaskan bahwa tuntutan utama buruh terfokus pada penetapan pajak JHT sebesar 0% dan penghapusan aturan pajak progresif. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban pajak pekerja, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan rendah. Pemerintah, melalui Kemenkeu, mengakui adanya titik temu dan bersedia mengevaluasi ulang kebijakan tersebut.

“Topik yang dibahas melibatkan analisis dampak kebijakan pajak terhadap pendapatan negara dan kesejahteraan buruh. Kami harap ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem yang tidak seimbang,” ujar Said dalam wawancara dengan media lokal.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenkeu menunjukkan fleksibilitas dengan menawarkan simulasi kalkulasi pajak sebagai bentuk transparansi. Said Iqbal juga menekankan bahwa kebijakan yang diusulkan buruh akan dievaluasi secara menyeluruh, termasuk dampak jangka panjang terhadap perekonomian nasional. Diskusi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk perubahan kebijakan yang lebih berpijak pada kebutuhan masyarakat.

Komitmen Pemerintah dan Tanggung Jawab Buruh

Menurut Said, pembatalan demo menggambarkan kesiapan pemerintah untuk mendengarkan aspirasi buruh. Ia menyatakan bahwa tugas utamanya adalah membawa masukan dari pihak pekerja ke Presiden, meski tidak memiliki wewenang langsung mengubah kebijakan. Topik yang dibahas mencakup perubahan struktur pajak, pemangkasan tarif, dan penyesuaian aturan kesejahteraan.

“Topik yang dibahas hari ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengakomodasi kepentingan pekerja. Meski ada penyesuaian, pihak buruh tetap mempertahankan prinsip kesetaraan dalam pembayaran pajak,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyetujui adanya revisi kecil pada aturan pajak progresif. Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut akan diperbaiki agar tidak merugikan sebagian besar pekerja. Diskusi ini juga membuka peluang untuk menyusun formula pajak yang lebih elastis, terutama dalam menyikapi kondisi ekonomi yang dinamis.

Perkembangan Terkini dan Harapan Masa Depan

Topics Covered: Penyusunan rencana perubahan kebijakan pajak JHT diharapkan dapat segera diumumkan dalam beberapa minggu ke depan. Said Iqbal menyatakan bahwa hasil pertemuan akan menjadi dasar untuk mengajukan proposal kebijakan yang lebih konkret. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan ini harus sejalan dengan kepentingan rakyat secara luas.

“Topik yang dibahas menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk bergerak lebih jauh. Kami akan terus mendorong agar kebijakan ini benar-benar menguntungkan pekerja,” ujar Said.

Di sisi lain, Said Iqbal menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi buruh untuk memastikan kebijakan yang diterapkan selaras dengan kondisi nyata. Ia berharap pembatalan demo kali ini menjadi pengingat bahwa dialog antar pihak adalah kunci untuk mencapai solusi yang adil.

Demikian pula, Kemenkeu berkomitmen untuk terus melibatkan stakeholder dalam penyusunan kebijakan. Said Iqbal menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan lobi-lobi tambahan untuk memastikan keputusan yang diambil memperhatikan kebutuhan buruh. Dengan adanya kesepakatan ini, peluang terbentuknya kebijakan pajak yang lebih manusiawi semakin terbuka.

Leave a reply