Sukseskan KAA 1955 – Pemprov Jabar Didesak Usulkan Kembali Sanusi Hardjadinata Jadi Pahlawan Nasional
mpaikan Kembali oleh Sejarawan BRIN Sukseskan KAA 1955 - Dalam rangka mendukung pengajuan kawasan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia UNESCO, sejarawan dari
Usulan Sanusi Hardjadinata Jadi Pahlawan Nasional Disampaikan Kembali oleh Sejarawan BRIN
Sukseskan KAA 1955 – Dalam rangka mendukung pengajuan kawasan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia UNESCO, sejarawan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Asvi Warman Adam, memberikan saran agar Gubernur Jawa Barat atau Dinas Sosial mengusulkan kembali Sanusi Hardjadinata sebagai tokoh pahlawan nasional. Tuntutan ini diungkapkan saat Asvi memberikan paparan dalam Seminar Nasional dengan tema “Reaktualisasi Nilai Bandung Spirit dalam Penataan Kawasan Asia-Afrika yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Warisan Dunia UNESCO” di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Asvi juga menyoroti peran penting Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamidjojo, yang pada masa itu ditunjuk sebagai ketua sidang Konferensi Asia Afrika. Menurutnya, kontribusi besar kedua tokoh ini patut diakui melalui penghargaan sejarah. “Pak Ali Sastroamidjojo memimpin Konferensi Asia Afrika secara luar biasa, tapi hingga kini belum mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan nasional,” tutur Asvi dalam pesannya.
Kerja Sama dalam Persiapan KAA 1955
Sanusi Hardjadinata, mantan Gubernur Jawa Barat, menjadi Ketua Komite Lokal KAA sejak Januari 1955. Tugasnya yang berat melibatkan penyediaan fasilitas untuk sekitar 2.000 delegasi dan 700 wartawan, serta pengaturan 18 hotel dan 29 bungalo. Selain itu, ia juga menangani logistik kendaraan, pasokan makanan, dan renovasi Gedung Merdeka, yang merupakan pusat acara utama.
“Keberhasilan KAA tidak terlepas dari upaya Gubernur Jawa Barat saat itu, Sanusi Hardjadinata, yang mengorbankan waktu dan sumber daya untuk memastikan kesiapan kota,” jelas Asvi.
Asvi menekankan bahwa jasa Sanusi dan Ali Sastroamidjojo sangat besar dalam menjadikan KAA 1955 sebagai event internasional sukses. Ia berharap momentum pengajuan UNESCO dapat menjadi dasar bagi Pemprov Jabar untuk merekomendasikan kembali nama Sanusi sebagai pahlawan nasional.
Kawasan Konferensi Asia Afrika (KAA) kini menjadi fokus usulan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Asvi mengingatkan pentingnya memperjuangkan hak sejarah kedua tokoh tersebut, baik melalui Dinas Sosial maupun langsung oleh Gubernur Jabar.
