Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Special Plan: Kemhan Pangkas Waktu Bela Negara Calon Manajer Kopdes, Pastikan Tak Lagi Latihan Militer dan Pegang Senjata

William Thomas - aruskabar.com 3 mins read

alon Manajer Kopdes Dipangkas Special Plan - Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah meluncurkan Special Plan sebagai bagian dari upaya mempercepat proses

Special Plan: Kemhan Pangkas Waktu Bela Negara Calon Manajer Kopdes, Pastikan Tak Lagi Latihan Militer dan Pegang Senjata

Kemhan Terapkan Special Plan: Waktu Bela Negara Calon Manajer Kopdes Dipangkas

Special Plan – Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah meluncurkan Special Plan sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pematangan calon manajer koperasi desa (Kopdes). Dalam penyempurnaan program Bela Negara, durasi pelatihan dikurangi secara signifikan untuk lebih fokus pada pengembangan kapasitas manajerial. Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, mengungkapkan bahwa kebijakan ini berdampak langsung pada kurikulum pelatihan, dengan porsi latihan militer dan penggunaan senjata dihilangkan.

Latar Belakang Perubahan dalam Special Plan

Program Bela Negara sebelumnya mencakup satu bulan pelatihan intensif, termasuk materi tentang senjata, taktik militer, dan pengendalian keamanan. Dalam Special Plan yang baru diumumkan, durasi diperpendek menjadi dua minggu. Perubahan ini bertujuan agar calon manajer Kopdes dapat segera memasuki fase kerja praktis, sejalan dengan kebutuhan pengembangan koperasi desa di tengah dinamika ekonomi lokal. Menurut Donny, kebijakan ini dipertimbangkan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, terutama dalam masa transisi pemerintahan.

Donny Ermawan menjelaskan bahwa selama dua minggu pertama, peserta akan menerima pelatihan dasar tentang pengelolaan koperasi, manajemen keuangan, dan penguatan kompetensi organisasi. Sementara itu, bulan berikutnya dialokasikan untuk pendidikan manajerial yang lebih spesifik, sesuai dengan kebutuhan setiap daerah. “Fase kedua ini mengacu pada arah program yang ditetapkan oleh Surat Pernyataan Pemilihan Indonesia (SPPI), sehingga lebih relevan dengan tugas calon manajer di lapangan,” tambahnya.

Analisis Perubahan Struktur Pelatihan

Pengurangan durasi pelatihan dalam Special Plan mengalami pergeseran fokus dari aspek militer ke bidang manajerial. Donny menyatakan bahwa materi senjata dan latihan militer dihilangkan karena calon manajer Kopdes tidak lagi diperlukan untuk menguasai kemampuan pertahanan. “Pada masa ini, peran utama mereka adalah membangun kelembagaan koperasi yang tangguh, bukan hanya kegiatan bela negara,” jelasnya.

Dalam Special Plan ini, pemerintah juga mengintegrasikan pendekatan modern seperti penggunaan teknologi informasi dalam pengelolaan koperasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan calon manajer siap menghadapi tantangan kompetitif di sektor ekonomi desa. Selain itu, program ini dirancang agar peserta dapat segera berkontribusi dalam peningkatan kualitas pengelolaan Kopdes, baik dalam aspek operasional maupun strategis.

Keputusan Kemhan untuk memangkas waktu pelatihan juga memperhatikan kebutuhan koperasi desa dalam era digitalisasi. Donny Ermawan menekankan bahwa kebijakan ini dilakukan untuk menciptakan keseimbangan antara kekuatan nasional dan pertumbuhan ekonomi lokal. “Dengan Special Plan, kita ingin memastikan bahwa calon manajer Kopdes tidak hanya memiliki kemampuan bela negara, tetapi juga mampu menjadi pengelola yang inovatif dan adaptif,” tambahnya.

Respons dari Berbagai Pihak

Perubahan dalam Special Plan ini mendapat respon positif dari sejumlah pihak, terutama dari pengurus Kopdes yang menganggap program lebih relevan dengan tugas sehari-hari. Namun, ada juga suara yang mengkhawatirkan bahwa penghapusan latihan militer dan senjata bisa mengurangi kesadaran kebangsaan di kalangan peserta. Meski demikian, Kemhan menegaskan bahwa program ini tetap mempertahankan esensi bela negara, namun dengan pendekatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pelatihan dalam Special Plan juga melibatkan kolaborasi dengan lembaga pemerintah lainnya, seperti Kementerian PUPR dan Kementerian Desa. Donny mengatakan bahwa integrasi ini bertujuan untuk memperkaya kurikulum dengan materi yang mencakup pertanian, infrastruktur desa, dan pengembangan ekonomi. “Kami percaya bahwa dengan pendekatan ini, calon manajer Kopdes bisa lebih siap menghadapi berbagai tantangan pengelolaan kelembagaan,” tuturnya.

Leave a reply