Special Plan: KANG ILING Jadi Andalan CSR Pertamina, Komut Pertamina: Mampu Bangun Kemandirian Warga
mandirian Warga Special Plan - Program Special Plan yang dikembangkan Pertamina melalui CSR-nya, KANG ILING, telah menjadi salah satu strategi utama dalam
KANG ILING CSR Pertamina: Special Plan Mendorong Kemandirian Warga
Special Plan – Program Special Plan yang dikembangkan Pertamina melalui CSR-nya, KANG ILING, telah menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong kemandirian warga di daerah pesisir. Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi dan lingkungan, inisiatif ini diterapkan di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, dan telah menunjukkan dampak signifikan. Inspeksi pelaksanaan program ini dilakukan oleh Komisaris Utama PTPertamina (Persero), Mochamad Iriawan, pada Rabu, 1 Juli 2026, di Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda, yang menjadi pusat kegiatan integrasi ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat lokal. Special Plan ini bukan hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga memberikan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi warga sekitar.
Pendekatan Ekonomi Sirkular dalam Special Plan
KANG ILING, singkatan dari Kalanganyar Circular Living Initiative, dirancang sebagai bentuk inovasi CSR yang berfokus pada pemberdayaan komunitas dengan model ekonomi sirkular. Pendekatan ini menekankan pada pengelolaan limbah daur ulang, khususnya limbah organik seperti cabut duri ikan bandeng dan minyak jelantah, menjadi produk bernilai tambah. Dengan konversi limbah menjadi bahan baku usaha, program ini membuka akses baru bagi perempuan mantan buruh tambak, UMKM, dan kelompok masyarakat lainnya untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi mereka.
Dalam praktiknya, Special Plan mengintegrasikan teknologi dan pendidikan lingkungan untuk menciptakan sistem yang ramah dan berkelanjutan. Salah satu inovasi yang menjadi andalan adalah Bio-Band, sebuah produk hasil daur ulang minyak jelantah yang diproduksi secara aman dan efektif. Bio-Band tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui penjualan produk yang dikelola oleh warga. Proses ini membuktikan bahwa Pertamina tidak hanya berperan sebagai penyuplai energi, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis sirkular.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan dari Special Plan
Kelompok warga yang terlibat dalam Special Plan melaporkan peningkatan kualitas hidup setelah mengikuti pelatihan pengelolaan limbah dan pengembangan usaha. Dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai, mereka mampu menghasilkan pendapatan tambahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga dan pengembangan ekonomi kelompok. Selain itu, program ini juga mengurangi polusi lingkungan, terutama terkait dengan pembuangan minyak jelantah yang sebelumnya menyebabkan kerusakan ekosistem pesisir.
Special Plan memberikan contoh nyata bagaimana CSR dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan mendorong penggunaan teknologi daur ulang dan pemberdayaan partisipatif, Pertamina menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat. Hal ini sesuai dengan visi Pertamina untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan wilayah, terutama di daerah yang bergantung pada sumber daya alam. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung tujuan nasional dalam mengurangi limbah dan mempromosikan ekonomi sirkular.
Kemitraan dan Pemangku Kepentingan dalam Special Plan
Pelaksanaan Special Plan tidak hanya melibatkan Pertamina, tetapi juga kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan lokal dan nasional. Kerja sama dengan lembaga swadiri, pemerintah daerah, serta organisasi non-profit telah mempercepat adaptasi program di tengah masyarakat. Dalam inspeksinya, Komut Pertamina, Mochamad Iriawan, menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kemandirian warga dan mendorong pengembangan berkelanjutan. “KANG ILING adalah bentuk penerapan Special Plan yang berfokus pada solusi inovatif, keterlibatan aktif masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Pelatihan dan pendampingan yang diberikan Pertamina kepada warga telah memberikan pemahaman tentang pentingnya ekonomi sirkular. Dengan pengetahuan ini, masyarakat tidak hanya mampu mengelola limbah tetapi juga mengubahnya menjadi peluang usaha. Special Plan juga berupaya untuk menciptakan rantai pasok yang stabil, di mana produk daur ulang dapat diakses oleh pasar yang lebih luas. Ini memperkuat peran Pertamina sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan serta masyarakat.
Strategi CSR Pertamina dan Pengembangan Wilayah
Dalam konteks CSR, Special Plan menjadi salah satu pilar utama Pertamina dalam menjangkau komunitas yang kurang beruntung. Fokus pada daerah pesisir seperti Kalanganyar menunjukkan upaya perusahaan untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Berbagai inisiatif seperti pelatihan, pengadaan bahan baku, dan pendanaan usaha kecil telah diintegrasikan dalam program ini. Selain itu, Pertamina juga berupaya mengoptimalkan penggunaan sumber daya lokal, sehingga mengurangi ketergantungan pada bantuan luar dan membangun ekonomi yang lebih mandiri.
Special Plan ini diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah lain yang memiliki kondisi serupa. Dengan pendekatan yang sistematis, Pertamina menunjukkan komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan wilayah, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi yang ramah lingkungan. KANG ILING menjadi bukti bahwa CSR bisa berdampak nyata, bukan hanya dalam aspek lingkungan, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
