Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Solution For: Iwakum Kecam Hotman Paris, Tuntut Minta Maaf Terbuka usai Pernyataan Rendahkan Wartawan

Linda Martinez - aruskabar.com 2 mins read

Iwakum Tuntut Hotman Paris Beri Maaf Terbuka Usai Kecam Wartawan Solution For – Pikiran Rakyat – Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) memperkuat kritiknya terhadap

Solution For: Iwakum Kecam Hotman Paris, Tuntut Minta Maaf Terbuka usai Pernyataan Rendahkan Wartawan

Iwakum Tuntut Hotman Paris Beri Maaf Terbuka Usai Kecam Wartawan

Solution For – Pikiran Rakyat – Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) memperkuat kritiknya terhadap Hotman Paris, yang dianggap merendahkan profesionalisme jurnalistik dalam sebuah pernyataan di konferensi pers. Dalam kasus terkait pembelaan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris mencuri perhatian publik dengan ucapan yang dinilai merugikan kebebasan pers. Pernyataan tersebut menjadi bahan kontroversi dan menimbulkan perdebatan tentang tanggung jawab publik figur terhadap media.

Background of the Controversy

Konferensi pers yang diadakan di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (17/7/2026) menjadi momen kritis ketika Hotman Paris menyampaikan kritik terhadap seorang jurnalis. Ucapan “lu punya otak enggak?” yang diarahkan ke wartawan tersebut dianggap sebagai upaya memperkecil peran media dalam proses penyelidikan kasus korupsi. Iwakum menilai pernyataan itu melanggar prinsip kebebasan pers dan merusak reputasi jurnalis sebagai penyampai informasi objektif.

“Kami sangat mengecam dan menuntut Hotman Paris untuk meminta maaf atas pernyataan-pernyataannya yang merendahkan wartawan dan mengarah pada pembungkaman kebebasan pers,” kata Ketua Umum Iwakum, Irfan Kamil, dalam pernyataan resmi.

Irfan Kamil menekankan bahwa pernyataan Hotman Paris tidak hanya memengaruhi persepsi publik terhadap jurnalistik, tetapi juga mengancam kredibilitas media sebagai mitra penyelidikan kriminal. Iwakum menuntut agar Hotman Paris memberikan solusi untuk memperbaiki kesan negatif yang ditimbulkan.

Public Reaction and Legal Implications

Reaksi publik terhadap pernyataan Hotman Paris memunculkan dua arah pandangan. Di satu sisi, sejumlah penggemar menganggap ucapan tersebut sebagai bentuk spontanitas dalam mengkritik media. Di sisi lain, banyak kalangan profesional mempertanyakan apakah publik figur berhak menghakimi media dengan cara langsung. Iwakum menegaskan bahwa solusi for kritik harus melalui dialog yang sehat, bukan dengan cara menghina.

Peristiwa ini juga memicu diskusi tentang kewajiban para pihak yang terlibat dalam kasus korupsi untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas. Hotman Paris, sebagai pengacara, dianggap perlu menjelaskan maksudnya secara lebih jelas agar tidak terkesan menyerang profesi jurnalistik. Solusi for kejadian ini, menurut Iwakum, melibatkan komitmen untuk menghormati media sebagai bagian dari sistem demokrasi.

Dalam konferensi pers tersebut, Hotman Paris juga memberikan penjelasan singkat mengenai alasan mengkritik jurnalis. Ia menyatakan bahwa pernyataan itu berasal dari kekecewaan terhadap beberapa laporan media yang dianggap tidak akurat. Namun, kritik yang diungkapkan dinilai kurang tepat karena tidak memperhatikan konteks serta kesesuaian metode penyampaian. Iwakum menilai solusi for permasalahan ini adalah dengan menawarkan permintaan maaf terbuka dan menjelaskan ulang pernyataan tersebut.

Leave a reply