SDN 09 Kebayoran Lama Roboh 2 Tahun Tanpa Perbaikan, Pramono Mengaku Tertampar dan Janji Segera Tindak Lanjuti
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti kondisi bangunan SDN 09 Kebayoran Lama yang telah runtuh selama dua
Pramono Anung Janji Segera Perbaiki SDN 09 Kebayoran Lama yang Roboh
Aruskabar.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti kondisi bangunan SDN 09 Kebayoran Lama yang telah runtuh selama dua tahun tanpa perbaikan. Ia mengaku baru menyadari masalah ini setelah melihat video yang menyebar luas di platform media sosial.
Menurut informasi yang beredar, reruntuhan genteng dan ubin lantai tersebar di seluruh area kelas, bahkan menimpa beberapa meja serta kursi siswa. Fenomena serupa juga teramati di berbagai ruang kelas lainnya. Sejak kejadian tersebut, para pelajar terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di SDN 11 dan SDN 12 Kebayoran Lama sebagai tempat pengungsian sementara.
Respons Cepat dari Pemerintah Provinsi
Pramono menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi utama yang harus segera ditangani di Jakarta, alongside kesehatan dan urusan sosial. Ia berencana melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada hari berikutnya untuk mengevaluasi kebutuhan renovasi serta menentukan jadwal pembangunan ulang.
“Besok saya akan melakukan kunjungan ke lapangan. Intinya adalah pendidikan, bagi saya, pendidikan, kesehatan, dan sosial, itu adalah hal yang paling mendasar yang harus diperbaiki di Jakarta,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Kamis.
Meskipun anggaran untuk proyek ini belum masuk dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun APBD Perubahan, gubernur tersebut berkomitmen memanfaatkan sumber dana alternatif dari Pemprov DKI. Salah satu opsi yang akan dieksplorasi adalah Koefisien Lantai Bangunan (KLB) untuk membiayai renovasi gedung yang telah berdiri sejak tahun 1974 tersebut.
“Dan terus terang, untuk hal yang berkaitan dengan pendidikan di SD Negeri 9 Kebayoran Lama, saya sudah memerintahkan walaupun anggarannya belum di APBD atau APBD perubahan, kita bisa menggunakan dana-dana yang ada salah satunya KLB dan sebagainya,” paparnya.
Penyebab Runtuhnya Bangunan
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa faktor usia bangunan menjadi penyebab utama keruntuhan. Struktur fisik gedung telah mencapai usia 52 tahun dan tidak pernah mengalami pembaruan substansial selama periode tersebut.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Ia mengakui merasa tertampar karena kondisi sekolah yang tampak terabaikan, padahal pendidikan merupakan prioritas utama pemerintah provinsi. Warga sekitar juga melaporkan bahwa runtuhnya bangunan terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya, dan sempat ada kabar bahwa perbaikan akan segera dilakukan namun hingga kini belum ada kepastian.
