Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Menyelam di Kolam – Pengunjung Meninggal karena Tenggelam di Kampung Ciparang KBB

Richard Johnson - aruskabar.com 3 mins read

Pengunjung Tewas Tenggelam di Kolam Kampung Ciparang KBB Menyelam di Kolam - Korban meninggal dunia akibat tenggelam saat menyelam di kolam umum di Kampung

Menyelam di Kolam – Pengunjung Meninggal karena Tenggelam di Kampung Ciparang KBB

Pengunjung Tewas Tenggelam di Kolam Kampung Ciparang KBB

Menyelam di Kolam – Korban meninggal dunia akibat tenggelam saat menyelam di kolam umum di Kampung Ciparang, Kabupaten Bandung Barat. Insiden terjadi pada Jumat, 26 Juni 2026, pukul 14.00 WIB, saat Sahlan (21), seorang pengunjung, terjatuh ke dalam air. Meskipun tim penyelamat segera beraksi, korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

Kolam yang Jadi Lokasi Tragedi

Kolam yang menjadi tempat kejadian berukuran sekitar 10 meter × 20 meter dengan kedalaman mencapai 180 sentimeter. Area ini sering digunakan oleh warga sekitar untuk bermain air, berenang, dan aktivitas lainnya. Namun, tidak semua pengunjung memperhatikan peringatan tentang risiko keselamatan, terutama bagi yang tidak terbiasa menyelam di kolam yang tidak memiliki pagar atau tanda peringatan.

“Kapolsek Cikalongwetan, AKP Deden Indrajaya, S.H., M.M., mengatakan bahwa kejadian tersebut sedang dalam penyelidikan. Deden menegaskan, korban adalah pengunjung yang tidak dikenal secara pasti dengan kondisi kolam,” jelas sumber.

Kondisi Saat Kejadian dan Upaya Penyelamatan

Pada saat kejadian, kolam tampak dalam kondisi normal. Sahlan datang bersama keluarga untuk menikmati suasana sejuk dan air yang jernih. Menurut saksi mata, Sahlan terlihat bermain air dan menyelam di bagian yang lebih dalam. Tiba-tiba, ia menghilang dari pandangan dan hanya ditemukan setelah sejumlah warga berteriak meminta bantuan. Dalam waktu 15 menit, tim SAR dan warga sekitar bergegas ke lokasi untuk mencari korban.

Menurut Deden, korban tidak terlihat membawa alat bantu selam atau peralatan keselamatan. Ia juga tidak memiliki pengalaman menyelam di kolam yang dalam. “Korban mungkin terjatuh karena tidak memperhatikan kondisi dasar kolam, terutama di area yang tidak terlihat jelas,” ungkap Deden. Penyelidikan sedang dilakukan untuk memastikan apakah ada faktor lain, seperti aliran air atau perangkap bawah air, yang berkontribusi pada kecelakaan tersebut.

Respons dari Masyarakat dan Pihak Terkait

Kejadian tersebut langsung menjadi sorotan media sosial dan masyarakat sekitar. Berbagai saksi dan keluarga korban memberikan keterangan yang berbeda tentang situasi saat kejadian. Beberapa menyebut bahwa kolam itu sejak lama digunakan sebagai tempat rekreasi, tetapi belum ada peningkatan kualitas keselamatan. “Kami merasa kejadian ini bisa dihindari jika ada pagar atau penjaga,” kata warga setempat.

Sebagai respons, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berencana mengaudit fasilitas umum seperti kolam di Kampung Ciparang. Deden menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan surat perintah untuk menambahkan tanda peringatan dan memperbaiki infrastruktur kolam. “Ini menjadi pelajaran bahwa aktivitas menyelam di kolam umum harus diawasi lebih ketat,” jelasnya. Selain itu, Deden juga menyarankan pengunjung untuk selalu memeriksa kondisi air sebelum bermain, terutama di bagian yang lebih dalam.

Analisis Risiko dan Langkah Preventif

Korban meninggal ini menyoroti pentingnya kesadaran tentang risiko menyelam di kolam yang tidak memiliki pengamanan. Menurut Deden, banyak pengunjung terutama anak-anak atau remaja yang tidak memahami bahaya air yang dalam. “Kami sedang meninjau kembali protokol keselamatan di area rekreasi seperti kolam umum danau, atau sungai,” tambahnya. Pihaknya juga berencana menambahkan kursus keselamatan dasar untuk masyarakat sekitar.

Menyelam di kolam memang menyenangkan, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati. Karena kedalaman air mencapai 180 sentimeter, orang yang tidak terlatih bisa terjebak di bagian yang tidak terlihat. Kondisi kolam yang tidak dilengkapi dengan pagar atau pengamanan seperti tali pengaman membuat risiko meningkat. Deden menyarankan pengunjung untuk membawa alat bantu, seperti pelampung atau selimut, dan bermain di bagian yang aman.

“Selain itu, pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa mereka tidak mengetahui korban memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya,” tambah sumber.

Leave a reply