Main Agenda: Wamenaker Apresiasi Kolaborasi K3 IMIP, Dukung Penguatan Budaya Keselamatan Kerja
Wamenaker Apresiasi Kolaborasi K3 IMIP untuk Penguatan Budaya Keselamatan Kerja Main Agenda - Di tengah upaya memperkuat budaya keselamatan kerja di
Wamenaker Apresiasi Kolaborasi K3 IMIP untuk Penguatan Budaya Keselamatan Kerja
Main Agenda – Di tengah upaya memperkuat budaya keselamatan kerja di Indonesia, Main Agenda kembali menjadi sorotan setelah Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengapresiasi komitmen PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam mengembangkan sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Wamenaker menilai kolaborasi antara IMIP dan stakeholder lainnya, termasuk perusahaan tenant di kawasan industri, adalah kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif. Ini sesuai dengan Main Agenda pemerintah untuk mendorong transformasi kebijakan K3 yang berkelanjutan.
FGD “Budaya Keselamatan” Sebagai Langkah Strategis
Pada 30 Juni 2026, Wamenaker Afriansyah Noor menghadiri Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bertema “Budaya Keselamatan” yang diikuti oleh 21 perwakilan tenant di Kawasan Industri Morowali. Acara tersebut dianggap sebagai bagian dari Main Agenda nasional dalam memperkuat sinergi antarpenyelenggara dan pengelola K3. Afriansyah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya keselamatan kerja, terutama di industri berisiko tinggi seperti pengolahan nikel.
Dalam diskusi, Wamenaker menyampaikan bahwa harmonisasi antara IMIP dan perusahaan-perusahaan tenant telah menciptakan fondasi yang kuat untuk memperbaiki praktik K3 secara berkelanjutan. Menurutnya, Kemnaker siap mendukung inisiatif ini dengan memberikan sumber daya dan bimbingan teknis, sehingga bisa memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang lebih ketat. “Kolaborasi ini bukan hanya bagian dari Main Agenda, tapi juga bagian dari perubahan mendasar dalam budaya keselamatan,” ujarnya.
Penghargaan Budaya K3 IMIP sebagai Bukti Komitmen
Selain FGD, Afriansyah juga hadir dalam acara penyerahan sertifikat piagam penghargaan untuk penerapan budaya K3 di PT IMIP pada 23 Juni 2026. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa Main Agenda penguatan K3 telah menemukan implementasi yang efektif. Wamenaker mengatakan, penghargaan ini sekaligus mengapresiasi upaya IMIP dalam menyelaraskan praktik K3 dengan kebutuhan industri modern.
Pengelola kawasan industri berbasis nikel ini telah menunjukkan bahwa budaya keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab manajemen, tetapi juga menjadi tanggung jawab kolektif semua stakeholder. Dalam diskusi, Afriansyah menyebutkan bahwa budaya keselamatan yang kuat terbentuk melalui penanaman nilai-nilai keamanan dalam setiap proses kerja, mulai dari rencana operasional hingga pelatihan karyawan. “Perusahaan yang menerapkan Main Agenda K3 secara konsisten cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik,” tambahnya.
Kolaborasi antara IMIP dan pihak pemerintahan, seperti Kabupaten Morowali dan Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi contoh yang bisa ditiru oleh kawasan industri lain. Afriansyah berharap ini menjadi awal dari kebijakan nasional yang lebih serius dalam meningkatkan standar K3. “Penerapan Main Agenda harus menjadi prioritas, karena keselamatan kerja merupakan aset paling berharga dalam dunia industri,” jelasnya.
Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan, IMIP terus berupaya mengintegrasikan K3 ke dalam setiap tahap produksi. Berdasarkan studi terbaru, perusahaan dengan sistem K3 yang matang cenderung mengalami penurunan kecelakaan kerja hingga 40 persen. Afriansyah mengapresiasi langkah ini sebagai bukti komitmen IMIP terhadap Main Agenda penguatan keselamatan di lingkungan kerja. “Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan industri adalah jaminan utama kesuksesan Main Agenda ini,” pungkasnya.
