Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Main Agenda: RI Mau Bangun Pusat Keuangan Standar Dunia, Purbaya Jelaskan Tujuannya

Karen Lopez - aruskabar.com 2 mins read

Main Agenda: RI Akan Bangun Pusat Keuangan Dunia, Purbaya Jelaskan Tujuannya Tujuan Pembentukan Pusat Keuangan Internasional Main Agenda - Pemerintah

Main Agenda: RI Akan Bangun Pusat Keuangan Dunia, Purbaya Jelaskan Tujuannya

Tujuan Pembentukan Pusat Keuangan Internasional

Main Agenda – Pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk mengembangkan kawasan keuangan yang memiliki standar internasional, yaitu Pusat Finansial Internasional (PFII). Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing sektor keuangan dalam kancah global. Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inovatif, mendorong aliran investasi asing, serta menjadi pusat pengelolaan keuangan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pembangunan PFII sebagai Tantangan Baru

Dalam rangka mengejar tujuan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa saat ini Indonesia belum memiliki kawasan keuangan independen dengan standar pengelolaan, kelembagaan, dan perlindungan hukum yang sejajar dengan pusat keuangan global seperti Singapura atau Hong Kong. Pembentukan PFII, kata Purbaya, bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu menarik perhatian investor internasional serta menjadi pilar dalam ekonomi global.

“Pembentukan PFII adalah bagian dari Main Agenda pemerintah untuk membangun infrastruktur keuangan yang kompetitif dan berstandar dunia,” tutur Purbaya dalam wawancara eksklusif dengan Pikiran-rakyat.com. Ia menegaskan bahwa kawasan ini akan berfungsi sebagai pusat pendanaan yang efisien, serta menjadi penyangga ekonomi Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

Pembangunan PFII diharapkan tidak hanya memperkuat sektor keuangan lokal, tetapi juga meningkatkan peran Indonesia dalam perdagangan internasional. Selain itu, keberadaan kawasan ini akan menjadi penggerak dalam mendorong kebijakan keuangan yang lebih modern dan adaptif terhadap dinamika pasar global. Dengan adanya PFII, Indonesia bisa menjadi pelaku utama dalam mengelola aliran dana, baik dari dalam maupun luar negeri.

Main Agenda dan Peran Kementerian Keuangan

Menurut Purbaya, Main Agenda ini menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan nasional. Ia menjelaskan bahwa PFII akan dibangun di lokasi strategis yang ditentukan melalui penilaian mendalam mengenai infrastruktur, akses ke pasar, dan kerja sama internasional. Kementerian Keuangan bersama DPR RI sedang berupaya menggodok rancangan undang-undang yang akan mengatur pembentukan kawasan ini secara komprehensif.

Dalam proses pembentukan PFII, pemerintah juga memperhatikan aspek hukum dan regulasi yang mendukung operasional kawasan keuangan ini. Kebijakan yang diterapkan diharapkan tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga menyesuaikan dengan kebutuhan ekonomi Indonesia. Purbaya menekankan bahwa PFII akan menjadi simbol keberhasilan Main Agenda dalam membangun sistem keuangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kawasan PFII diharapkan juga mendorong pertumbuhan sektor layanan keuangan, seperti fintech dan asuransi, serta meningkatkan akses masyarakat ke produk keuangan yang lebih inklusif. Selain itu, keberadaannya akan menjadi ajang bagi Indonesia untuk menunjukkan kompetensi dalam pengelolaan dana dan manajemen risiko keuangan secara global. Main Agenda ini tidak hanya untuk kepentingan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kewibawaan Indonesia dalam arena global.

Leave a reply