Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Latest Program: Dukung Kompetensi Jurnalisme Wartawan, Pegadaian Kembali Gelar UKW Untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Richard Johnson - aruskabar.com 3 mins read

n Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia Latest Program – PT Pegadaian (Persero) kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai upaya

Latest Program: Dukung Kompetensi Jurnalisme Wartawan, Pegadaian Kembali Gelar UKW Untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Dukung Kompetensi Jurnalisme Wartawan, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Latest Program – PT Pegadaian (Persero) kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai upaya meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dan menyasar ratusan wartawan dari berbagai media, dengan tujuan memastikan profesi pers tetap profesional dan berintegritas. Dalam program ini, pegadaian berperan aktif dalam mendukung kompetensi jurnalis, sejalan dengan komitmen untuk membangun literasi masyarakat melalui informasi yang akurat dan terpercaya.

Struktur dan Mekanisme UKW yang Diperbarui

UKW Pegadaian 2026 mengadopsi skema lebih sistematis dibandingkan tahun sebelumnya. Program ini mencakup tiga tahap utama: sosialisasi, ujian teori, dan evaluasi praktik. Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai modul yang membahas etika jurnalistik, standar pemberitaan, serta keterampilan digital terkini. Penilaian dilakukan secara komprehensif, melibatkan uji kompetensi terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional wartawan. Total peserta mencapai 40 orang dari 37 media, dengan pembelajaran yang diadakan di Jakarta (3–5 Juni) dan Surabaya (24–26 Juni). Program ini menggabungkan pelatihan intensif dan ujian objektif untuk mencerminkan peningkatan kapasitas jurnalis secara keseluruhan.

Dalam sesi evaluasi, para peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kualitas laporan mereka. Contoh laporan yang dianalisis mencakup keterlibatan sumber, kejelasan narasi, dan keakuratan data. Totok Suryanto, Wakil Ketua Dewan Pers, mengapresiasi inisiatif Pegadaian ini. “Latest Program ini menjadi contoh nyata tentang kepedulian perusahaan terhadap ekosistem pers. Dengan UKW, kita bisa memastikan jurnalis memiliki kemampuan yang seimbang antara etika dan kreativitas,” kata Totok. Ia menekankan bahwa program seperti ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap media.

Kontribusi terhadap SDGs dan Literasi Masyarakat

UKW Pegadaian bukan hanya program pendidikan, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Dengan memberikan pelatihan jurnalistik yang terstruktur, perusahaan berkontribusi pada penguatan sumber daya manusia di bidang komunikasi. Selain itu, program ini memperkuat peran media dalam meningkatkan literasi keuangan dan informasi publik. Dalam penjelasan oleh Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, media adalah mitra strategis dalam menyebarkan pengetahuan yang relevan bagi masyarakat. “Latest Program ini diharapkan menjadi alat untuk membangun jurnalisme yang lebih transparan dan bermartabat,” ujarnya.

Keseluruhan UKW 2026 menjadi kelanjutan dari program serupa yang diadakan sejak 2025. Sebelumnya, ada 226 peserta yang terlibat dalam 11 kota, mencakup Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota lainnya. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan para wartawan untuk menghasilkan laporan yang objektif dan akurat. Dalam sesi diskusi, peserta juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan tantangan di lapangan, termasuk bagaimana mereka menghadapi tekanan dari berbagai pihak. Ini memperkuat bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penilaian, tetapi juga pada pengembangan kapasitas jurnalis secara holistik.

Direktur LPDS, Kristanto Hartadi, menyoroti bahwa UKW Pegadaian memberikan dampak langsung terhadap kualitas jurnalisme nasional. “Latest Program ini membantu menjaga standar Kode Etik Jurnalistik dan UU No. 40/1999 tentang Pers. Melalui pelatihan dan ujian, kita bisa memastikan setiap wartawan memiliki kompetensi yang sejalan dengan tuntutan masyarakat modern,” ujarnya. Kristanto juga menyebutkan bahwa program ini menginspirasi lembaga media lain untuk mengadakan pelatihan serupa, terutama dalam menghadapi dinamika digital yang semakin cepat.

Sebagai bagian dari upaya menciptakan pers yang lebih baik, Pegadaian juga menggandeng organisasi dan lembaga pemerintah untuk memberikan bimbingan teknis. Misalnya, bekerja sama dengan Kementerian Kominfo dan Dewan Pers, perusahaan menyediakan sumber daya dan bimbingan yang terukur. Dalam konteks saat ini, di mana kebenaran informasi menjadi isu utama, program UKW dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan jurnalis tetap menjadi garda depan kebenaran. Totok Suryanto menambahkan bahwa UKW ini juga membantu memperkuat jaringan antar wartawan, sehingga meningkatkan kolaborasi dan pertukaran ide.

Leave a reply