Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Key Discussion: Prabowo Tunjuk Danantara Jalankan Ekspor Listrik ke Singapura, Target 3,4 GW pada 2035

David Davis - aruskabar.com 3 mins read

Key Discussion: Prabowo dan Danantara Segera Ekspor Listrik ke Singapura, Target 3,4 GW Tahun 2035 Key Discussion - Dalam Key Discussion yang berlangsung di

Key Discussion: Prabowo Tunjuk Danantara Jalankan Ekspor Listrik ke Singapura, Target 3,4 GW pada 2035

Key Discussion: Prabowo dan Danantara Segera Ekspor Listrik ke Singapura, Target 3,4 GW Tahun 2035

Key Discussion – Dalam Key Discussion yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pengangkatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPIDanantara) sebagai mitra utama untuk mendorong ekspor listrik antarbatas ke Singapura. Tindakan ini menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat hubungan ekonomi dan energi antar kedua negara, serta mempercepat transisi menuju energi terbarukan di Indonesia. Dengan target kapasitas 3,4 gigawatt (GW) pada tahun 2035, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sektor energi nasional dan menciptakan peluang ekonomi baru.

Strategi Energi Berkelanjutan dan Kolaborasi Internasional

BPIDanantara akan mengkoordinasikan pengiriman listrik dari Indonesia ke Singapura, yang diperkirakan akan dioperasikan melalui infrastruktur terowongan bawah laut atau kabel listrik transmisi. Proyek ini memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan energi Singapura yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara Indonesia berupaya memanfaatkan sumber daya energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin untuk memenuhi target pengurangan emisi karbon. Key Discussion pada pertemuan Leaders’ Retreat ini juga membahas komitmen jangka panjang kedua negara dalam mengembangkan energi bersih, termasuk potensi kerja sama di bidang penyimpanan energi dan kebijakan lingkungan.

Kerja sama antara Indonesia dan Singapura dalam Key Discussion kali ini menunjukkan keinginan untuk mendorong integrasi pasar energi. Indonesia, yang memiliki sumber daya energi yang melimpah, dapat memanfaatkan peluang ini untuk menjual surplus listrik ke negara tetangga, sementara Singapura berharap memperoleh pasokan energi yang lebih stabil. Proyek ekspor listrik ini juga diharapkan mendorong investasi asing dalam sektor energi Indonesia, yang sejauh ini masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan infrastruktur dan teknologi hijau.

Keuntungan Ekonomi dan Lingkungan

Pengembangan ekspor listrik ke Singapura, yang menjadi fokus utama Key Discussion, akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, proyek ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, terutama dalam bidang konstruksi, operasional, dan manajemen energi. Dalam Key Discussion tersebut, Prabowo menekankan bahwa ekspor listrik bukan hanya tentang perdagangan, tetapi juga tentang kerja sama yang berkelanjutan untuk membangun ekosistem energi yang lebih hijau.

“Kerja sama ini akan menjadi batu loncatan untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia sekaligus memperkuat ketergantungan ekonomi dengan negara tetangga,” ujar Prabowo Subianto setelah pertemuan. Dengan target 3,4 GW pada 2035, proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan dalam Key Discussion tentang pemanfaatan sumber daya alam secara efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, kebijakan ini juga berdampak pada pengurangan ketergantungan pada impor bahan bakar, yang sebelumnya menjadi beban anggaran negara.

Menurut analis energi, Key Discussion ini mencerminkan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi listrik melalui teknologi terbarukan. Dengan mengirimkan listrik ke Singapura, negara kepulauan ini dapat menjadi pasar ekspor yang strategis, terutama karena kebutuhan energinya yang tinggi dan kebijakan keberlanjutan yang semakin ketat. BPIDanantara, sebagai pelaksana utama, akan berperan dalam mengatur rantai pasokan, memastikan keandalan listrik, dan mengembangkan sistem distribusi yang memenuhi standar internasional.

Leave a reply