Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Key Discussion: Dasco Pimpin Rakor Bahas Satgas Mitigasi PHK

Michael Hernandez - aruskabar.com 3 mins read

Dasco Pimpin Rakor Bahas Satgas Mitigasi PHK Key Discussion - Dalam Key Discussion yang digelar hari ini, Wakil Ketua DPRRI Sufmi Dasco Ahmad kembali memimpin

Key Discussion: Dasco Pimpin Rakor Bahas Satgas Mitigasi PHK

Dasco Pimpin Rakor Bahas Satgas Mitigasi PHK

Key Discussion – Dalam Key Discussion yang digelar hari ini, Wakil Ketua DPRRI Sufmi Dasco Ahmad kembali memimpin rapat koordinasi untuk menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda berbagai sektor perekonomian. Kehadiran para pemangku kepentingan seperti anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), menteri, dan perwakilan serikat buruh menjadi fokus utama dalam upaya mengurangi dampak negatif dari PHK yang semakin menggerus daya beli masyarakat. Key Discussion ini bertujuan menyatukan pandangan dan mengidentifikasi langkah-langkah strategis untuk menangani krisis tenaga kerja secara lebih efektif.

Strategi Mitigasi PHK Melalui Kolaborasi

Rapat koordinasi yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (26 Juni 2026), membahas pembentukan Satgas Mitigasi PHK yang akan menjadi pusat koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan buruh. Dasco mengungkapkan, “Rapat ini menjadi Key Discussion penting untuk merumuskan arah kebijakan mitigasi PHK, khususnya dalam kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil.” Ia menekankan bahwa Satgas akan berperan aktif dalam mengkoordinasikan upaya pemerintah dan pihak swasta untuk meminimalkan risiko PHK dan menyelesaikan masalah krisis tenaga kerja.

Mensesneg Prasetyo Hadi ditunjuk sebagai ketua Satgas, dengan tugas utama menghubungi perusahaan-perusahaan yang berpotensi mengalami PHK. “Kita berkoordinasi hari ini untuk mengidentifikasi perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dan mungkin memutus hubungan kerja, serta mengenali tantangan yang dihadapinya,” ujarnya. Langkah ini dianggap penting agar mitigasi dapat diterapkan sejak dini, sebelum situasi memburuk dan memengaruhi lebih banyak pekerja.

Dalam Key Discussion ini, para peserta juga membahas pengaruh kenaikan harga LNG terhadap biaya operasional perusahaan, yang menjadi salah satu faktor utama penyebab PHK. Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan tim untuk mencari solusi cepat terkait isu tersebut. “Kita sedang mencari jalan keluar agar kegiatan di sektor industri tetap berjalan lancar, terutama dalam masa krisis ini,” tambahnya. Diskusi ini menekankan perlunya Key Discussion yang terus-menerus dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan nyata pekerja.

Upaya Pemetaan Sebab dan Solusi PHK

Pemetaan sebab-sebab PHK menjadi salah satu fokus utama dalam Key Discussion tersebut. KSPSI Andi Gani menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan di sektor manufaktur dan layanan dihimpun sebagai prioritas. “Kita perlu memahami bagaimana perusahaan mengalami kesulitan dan bagaimana mereka meresponsnya, sehingga bisa memberikan bantuan yang tepat waktu,” ujarnya. Dalam sesi ini, para peserta juga menyoroti kebutuhan peningkatan keterlibatan pemerintah dalam membantu perusahaan yang terancam PHK, termasuk perusahaan kecil dan menengah.

Para peserta rapat sepakat bahwa Key Discussion ini perlu berkelanjutan agar dapat menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Dasco menegaskan bahwa Satgas akan menjadi jembatan antara pemerintah dan buruh, sekaligus memastikan kebijakan yang diambil dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara luas. “Rapat ini menjadi Key Discussion pertama, tetapi kita perlu memperkuat koordinasi di tingkat daerah dan menyesuaikan kebijakan dengan kondisi lokal,” tambahnya. Selain itu, diskusi juga menggarisbawahi pentingnya pengawasan terhadap kinerja perusahaan yang mengalami PHK untuk mencegah kebijakan diskriminatif terhadap pekerja.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan berupa insentif fiskal dan bantuan subsidi kepada perusahaan yang terdampak. “Kita harus memastikan kebijakan mitigasi PHK tidak hanya sekadar pernyataan, tetapi diimplementasikan secara nyata,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Key Discussion ini akan menjadi referensi untuk kebijakan yang lebih luas, termasuk penyesuaian kebijakan upah dan perekrutan tenaga kerja.

“Kita membutuhkan Key Discussion yang intensif agar semua pihak memahami tanggung jawab masing-masing,” kata Said Iqbal. Menurutnya, Satgas Mitigasi PHK akan menjadi pintu masuk untuk menyelesaikan masalah struktural dalam perekonomian, terutama dalam menghadapi tekanan inflasi dan penurunan produksi yang terjadi di beberapa industri. Key Discussion ini diharapkan dapat memberikan arah yang jelas dan memperkuat kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan organisasi buruh.

Dengan Key Discussion yang dilakukan secara berkala, pemerintah berharap mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan perlindungan pekerja. Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam mengurangi risiko PHK, yang telah menyebabkan kekhawatiran terhadap kesejahteraan buruh dan keselamatan ekonomi masyarakat. Dengan penyesuaian kebijakan dan langkah-langkah kolaboratif, Satgas Mitigasi PHK diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor tenaga kerja nasional.

Leave a reply