Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Historic Moment: Prabowo Sindir Tamu Tak Diundang, yang Datang Dagang tapi Malah Merampok Indonesia

Richard Johnson - aruskabar.com 2 mins read

Prabowo Tegaskan Tamu Tak Diundang Merampok Kekayaan Indonesia Historic Moment - Sebuah historic moment terjadi dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi

Historic Moment: Prabowo Sindir Tamu Tak Diundang, yang Datang Dagang tapi Malah Merampok Indonesia

Prabowo Tegaskan Tamu Tak Diundang Merampok Kekayaan Indonesia

Historic Moment – Sebuah historic moment terjadi dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, di mana Presiden Prabowo Subianto secara tegas mengkritik kehadiran tamu tak diundang yang datang ke Indonesia dengan niat dagang. Pidato yang disampaikannya di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu, 12 Juli 2026, menyoroti peran pihak luar dalam memengaruhi dinamika ekonomi nasional. Prabowo menyatakan bahwa tidak semua negara yang masuk ke Indonesia memiliki niat yang jujur, dan beberapa di antaranya justru memanfaatkan kesempatan ini untuk merampok kekayaan negara.

Kritik Terhadap Sikap Terbuka Indonesia

Prabowo menyoroti sikap terbuka dan murah hati yang selama ini diperlihatkan Indonesia terhadap kerja sama internasional. Ia menekankan bahwa semangat ini seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Namun, menurutnya, beberapa negara justru mengambil kesempatan untuk merugikan kepentingan dalam negeri. “Indonesia memiliki kebijakan yang terbuka, tetapi kita harus waspada terhadap tamu tak diundang yang datang dengan maksud tidak baik,” ujarnya.

“Dalam historic moment ini, saya ingin menyampaikan bahwa ada negara-negara yang tidak hanya datang untuk berdagang, tetapi juga untuk merampok kekayaan Indonesia,” tegas Prabowo. Ia menambahkan bahwa ada beberapa pihak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan ekonomi secara tidak seimbang, sehingga merugikan perekonomian lokal.

Menurut Prabowo, tamu tak diundang ini seringkali datang dengan berbagai alasan seperti kerja sama ekonomi atau investasi, tetapi justru mengambil keuntungan yang jauh lebih besar dari yang mereka janjikan. Ia mengkritik cara kerja pihak-pihak asing yang selama ini mendominasi pasar dalam negeri, terutama di bidang pertambangan, energi, dan infrastruktur. “Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan ekonomi selalu mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Strategi Pemerintah dalam Menjaga Kepentingan Lokal

Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan perlunya strategi yang lebih terencana dari pemerintah dalam menerima kebijakan ekonomi luar. Ia menyarankan agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembukaan pasar, tetapi juga memperkuat pengawasan terhadap perusahaan asing yang masuk ke Indonesia. Prabowo menyebut bahwa kebijakan yang tidak terpantau dengan baik bisa berujung pada eksploitasi sumber daya alam dan kekayaan bangsa.

Menurutnya, historic moment ini memberi pelajaran penting bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan global. Prabowo mencontohkan beberapa negara yang selama ini dinilai Indonesia sebagai mitra dagang, tetapi sebenarnya melakukan praktik ekonomi yang tidak adil. “Pemerintah harus menjadi pelindung bagi rakyat dan ekonomi lokal, bukan hanya pelaku yang menerima manfaat dari luar,” tegasnya.

Prabowo juga menyebut bahwa kebijakan ekonomi yang terbuka tetapi tidak terarah bisa menyebabkan kesenjangan antara investor asing dan warga Indonesia. Ia menyarankan adanya pembatasan yang lebih ketat terhadap investasi yang tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kita harus memastikan bahwa setiap investasi benar-benar memberi manfaat jangka panjang, bukan hanya jangka pendek,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Leave a reply