Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Historic Moment: Hampir Setahun Menganga, Trotoar Ambruk di Pasar Mambo Belum Juga Diperbaiki

Linda Martinez - aruskabar.com 3 mins read

Trotoar Ambruk di Pasar Mambo Menghiasi Historic Moment Setahun Berlalu PIKIRAN RAKYAT Historic Moment yang menggambarkan kekacauan infrastruktur di Kota

Historic Moment: Hampir Setahun Menganga, Trotoar Ambruk di Pasar Mambo Belum Juga Diperbaiki

Trotoar Ambruk di Pasar Mambo Menghiasi Historic Moment Setahun Berlalu

PIKIRAN RAKYAT

Historic Moment yang menggambarkan kekacauan infrastruktur di Kota Tasikmalaya terus berlanjut. Setelah hampir setahun tidak ada perbaikan, trotoar Jalan Empang, Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Pasar Mambo tetap menganga. Area ini menjadi salah satu tempat paling sibuk dalam kota, dengan pedagang dan pengunjung setiap hari melewati jalan yang berlubang dan mengancam keselamatan. Masalah ini telah memicu keluhan dari warga sekitar, yang mengharapkan aksi tegas dari pemerintah setempat.

Perluasan permasalahan ini bukan hanya tentang rasa tidak nyaman, tetapi juga risiko serius bagi pengguna jalan. Lubang berukuran besar, lebar sekitar tiga meter dan dalam lebih dari satu meter, telah muncul sejak Oktober 2025. Meski pihak pemerintah melakukan pemeriksaan beberapa kali, hasilnya justru memperlihatkan ketidakseriusan dalam mengatasi masalah yang sudah memakan waktu setahun. Banyak warga mengeluhkan bahwa perbaikan justru tertunda karena keterbatasan anggaran.

Mengapa Trotoar Pasar Mambo Tidak Diperbaiki?

Kerusakan trotoar di Pasar Mambo disebabkan oleh kelebihan beban yang menumpuk akibat konstruksi yang tidak memperhatikan sistem saluran irigasi bawah tanah. Struktur bangunan yang uzur berkontribusi pada retakan dan akhirnya ambruk. Padahal, Pasar Mambo dikenal sebagai pusat ekonomi kota yang terus berkembang, sehingga kebutuhan perbaikan infrastruktur harus lebih cepat. Anggota DPRD setempat mengakui bahwa proses pemeliharaan infrastruktur masih lambat, terutama dalam pengadaan dana.

Masyarakat sekitar mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kinerja pemerintah. “Sudah hampir setahun dibiarkan, padahal trotoar ini sangat vital untuk aksesibilitas pasar,” komentar salah satu warga saat diwawancara pada Rabu, 1 Juli 2026. Padahal, dalam sejarah Kota Tasikmalaya, sejumlah kejadian serupa pernah terjadi, tetapi selalu menunggu waktu yang lama untuk diperbaiki. Dengan Historic Moment ini, masyarakat berharap adanya perubahan dalam penanganan masalah infrastruktur.

Keluhan Pedagang dan Upaya Penyelesaian

Para pedagang di Pasar Mambo mengalami kesulitan mengakses area kerja karena trotoar yang rusak. Beberapa dari mereka sempat mengumpulkan dana untuk memperbaiki bagian kecil trotoar, tetapi tidak mampu menyelesaikan bagian utama yang ambruk. “Kami butuh bantuan pemerintah, karena tidak ada solusi lain,” ujar seorang pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya. Keluhan ini juga disampaikan ke berbagai lembaga, termasuk komisi kota, tetapi belum ada tindakan konkrit.

Kerusakan trotoar memperlihatkan ketidakseimbangan antara kebutuhan warga dan kecepatan respons pemerintah. Pihak terkait mengakui bahwa proyek perbaikan harusnya dimulai sejak awal, tetapi terkendala masalah teknis dan administratif. Di sisi lain, pengunjung pasar mengeluhkan bahwa kondisi ini mengganggu pengalaman belanja mereka. Sementara itu, pelajar dan pejalan kaki terpaksa menghindari jalur yang berlubang, sehingga memicu kekacauan di sekitar.

Kerusakan ini juga mengingatkan akan pentingnya perencanaan infrastruktur yang matang. Pasar Mambo, sebagai simbol ekonomi dan budaya kota, harusnya menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas bangunan. Jika dibiarkan terus-menerus, Historic Moment ini bisa menjadi preseden buruk dalam pelayanan publik. Selain itu, dampaknya terhadap lingkungan sekitar bisa lebih luas, terutama jika terjadi kecelakaan akibat trotoar yang tidak stabil.

Sejumlah warga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja tim proyek yang mengawasi perbaikan trotoar. “Kami berharap ada koordinasi yang lebih baik antarinstansi, agar masalah seperti ini tidak terus berlanjut,” tambah salah satu warga yang aktif dalam forum diskusi lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Tasikmalaya mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan, tetapi tidak diimbangi dengan investasi pada infrastruktur pendukung. Historic Moment di Pasar Mambo menjadi contoh nyata dari permasalahan ini.

Terlepas dari keluhan, beberapa warga tetap optimis bahwa pemerintah akan segera bertindak. Mereka menilai bahwa situasi ini bisa menjadi momentum untuk mengubah pola kerja pemerintah. “Kami yakin, jika ada kesadaran bahwa trotoar ini adalah bagian dari kota yang historis, maka ada perubahan,” harap seorang warga. Dengan masyarakat yang semakin kritis, pemerintah diharapkan bisa mempercepat proses perbaikan agar tidak ada lagi Historic Moment yang terlewat.

Leave a reply