Biaya Perang AS Vs Iran Tembus 37,5 Miliar Dolar, Pentagon Minta Anggaran 1,5 Triliun
```html
Aruskabar.com – “`html
Pentagon Naikkan Proyeksi Biaya Konflik AS-Iran ke Level Tertinggi
Sidang Senat Mengungkap Angka Mencengangkan
Pemerintahan Amerika Serikat terus menanggung beban finansial yang semakin berat akibat pertempuran melawan Iran. Dalam pertemuan dengan legislator pada hari Selasa, 21 Juli 2026, Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberikan update terbaru mengenai realokasi dana militer. Ia menyatakan bahwa akumulasi pengeluaran sejak permulaan pertikaian pada 28 Februari 2026 telah menyentuh angka 37,5 miliar dolar Amerika Serikat, yang setara dengan Rp610 triliun.
Komite Anggaran Senat AS menjadi tempat Hegseth memaparkan data tersebut di tengah suasana yang cukup tegang. Menurut laporan Reuters, total nominal ini tidak hanya mencakup pengeluaran aktual, tetapi juga memperhitungkan proyeksi tambahan yang akan terjadi hingga akhir September 2026. Perbandingan dengan estimasi sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan, mengingat pada Mei 2026 angkanya hanya sebesar 29 miliar dolar. Artinya, terjadi kenaikan hampir 8 miliar dolar dalam waktu relatif singkat.
Kecepatan Pembakaran Dana dalam Konflik Bersenjata
Skala pengeluaran yang masif ini semakin terlihat jelas ketika menilik periode awal perang. Sebuah sumber yang dikutip Reuters pada bulan Maret mengungkapkan fakta menarik bahwa hanya dalam enam hari pertama pertempuran, pemerintah AS telah mengeluarkan minimal 11,3 miliar dolar. Angka tersebut memberikan gambaran betapa cepatnya cadangan keuangan negara terkuras untuk keperluan operasional militer di Timur Tengah.
“Total pengeluaran perang sejak konflik meletus pada 28 Februari 2026 sudah mencapai 37,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp610 triliun,” ungkap Hegseth.
Proyeksi yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan tersebut menunjukkan bahwa beban anggaran masih akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Dengan proyeksi hingga 30 September 2026, Pentagon memperkirakan kebutuhan dana akan terus meningkat untuk mendukung berbagai operasi di lapangan. Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para anggota Kongres yang bertanggung jawab dalam persetujuan anggaran nasional.
“`
