Baru Menang Telak Lawan Kotak Kosong – Bupati Sukoharjo Etik Suryani Diciduk KPK
Telak Pilkada 2024 Baru Menang Telak Lawan Kotak Kosong - Bupati Sukoharjo Etik Suryani baru saja memenangkan Pilkada 2024 dengan hasil yang mengejutkan
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Diciduk KPK Setelah Menang Telak Pilkada 2024
Baru Menang Telak Lawan Kotak Kosong – Bupati Sukoharjo Etik Suryani baru saja memenangkan Pilkada 2024 dengan hasil yang mengejutkan, mengalahkan kotak kosong dalam perolehan suara. Kemenangan ini memperkuat posisinya sebagai pemimpin daerah yang didukung oleh 12 partai politik, termasuk PDIP, Gerindra, dan PKB. Meski menang telak, kini Etik menjadi sorotan publik setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi penyelidikan di Solo Raya, Jawa Tengah. Penangkapan terjadi pada Kamis (9/7/2026), menyusul kemenangannya yang mengubah skenario politik lokal.
Hasil Pilkada 2024 yang Dominan
Dalam pemilihan yang berlangsung pada 27 Juni 2024, Etik-Eko Sapto Purnomo meraup 319.923 suara atau 66,76 persen dari total sah. Kotak kosong hanya mengumpulkan 159.256 suara, atau 33,24 persen, yang menunjukkan ketidakpuasan sebagian pemilih terhadap calon lain. Kemenangan ini memperlihatkan popularitas Etik sebagai figur politik yang dianggap mampu menyentuh seluruh kalangan masyarakat, dari kalangan menengah hingga ekonomi kecil.
Etik, yang menjabat sebagai bupati sejak 2023, berhasil membangun koalisi kuat dengan partai-partai yang berperan dalam kampanyenya. Kemitraan ini dianggap menjadi faktor penting dalam meraih dukungan luas, terutama di tengah krisis kepercayaan pada beberapa calon yang dianggap kurang transparan. Meski menang telak, kemenangannya justru menarik perhatian penyelidik KPK yang menilai ada indikasi pemerasan terhadap perangkat daerah.
Kasus KPK yang Mengguncang Karier Politik Etik
Penangkapan Etik oleh KPK terjadi setelah ia menunjukkan kekuatan di ranah politik. Dalam operasi penyelidikan, Etik dan empat orang lainnya diamankan di Solo Raya. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut bahwa kasus ini berkaitan dengan dugaan pemerasan oleh bupati terhadap para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo. Pemerasan ini dianggap sebagai bentuk korupsi yang menekan pihak-pihak yang diberi tugas strategis dalam pemerintahan.
“Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Budi Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Jumat 10 Juli 2026.
KPK sedang mengumpulkan bukti melalui pemeriksaan intensif terhadap seluruh tersangka. Upaya ini bertujuan untuk membongkar detail kronologi dan mekanisme pemerasan yang diduga melibatkan Etik. Pemangkapan ini justru menimbulkan spekulasi bahwa kemenangannya dalam Pilkada 2024 tidak terlepas dari kebijakan atau praktik yang disebut koruptif. Dengan menang telak, Etik kini berada dalam posisi yang sangat rentan.
Etik juga dikenal sebagai istri dari mantan bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, yang memimpin daerah tersebut selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–2021. Meski memiliki latar belakang politik yang kuat, kariernya kini dihadapkan pada ujian baru. Penangkapan oleh KPK menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara ketiga pihak dalam kasus ini, termasuk apakah ada keterlibatan dari mantan suaminya dalam kegiatan korupsi.
KPK terus mengejar investigasi untuk memperkuat kesimpulan bahwa Etik terlibat dalam pemerasan. Penyelidikan ini menyoroti tindakan Etik sebagai pemimpin daerah yang dianggap mampu mengubah kebijakan lokal, tetapi juga dianggap memiliki kekuatan untuk menekan pihak-pihak yang dianggap menghalangi kebijakan tertentu. Dengan menang telak, Etik sekarang menjadi pusat perhatian dalam kaitan dengan kasus hukum yang menimpanya.
