Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

What Happened During: Disambut Ribuan Santri Ponpes Nurul Qodiri Lampung, Jokowi: Saya Tidak Berubah, Masih Seperti Dulu

David Davis - aruskabar.com 3 mins read

wi Tegaskan Identitas Tetap Sama di Lampung What Happened During kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri di Lampung Tengah pada hari

What Happened During: Disambut Ribuan Santri Ponpes Nurul Qodiri Lampung, Jokowi: Saya Tidak Berubah, Masih Seperti Dulu

What Happened During: Jokowi Tegaskan Identitas Tetap Sama di Lampung

What Happened During kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri di Lampung Tengah pada hari Minggu (28/6/2026) menjadi perhatian publik. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan santri dan warga sekitar, yang menunjukkan antusiasme besar terhadap sosok mantan bupati Surakarta ini. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, Jokowi menekankan bahwa identitas dirinya sebagai orang desa tetap utuh, meski kini menjabat sebagai presiden. Pesan ini menjadi tema utama dari What Happened During pertemuan yang dianggap sebagai bagian dari strategi komunikasinya untuk memperkuat koneksi dengan masyarakat.

Integritas Jokowi dalam Menjaga Jati Diri

Dalam pidato yang disampaikannya, Jokowi secara tegas menyatakan bahwa What Happened During perjalanan ke pesantren ini tidak hanya sekadar agenda politik, tetapi juga bentuk komitmen untuk tetap dekat dengan akar rumput. Ia menyoroti bahwa meskipun statusnya telah berubah dari warga desa menjadi presiden, prinsip dasar dan sikapnya terhadap nilai-nilai sederhana tetap tidak berubah. “Aku masih seperti yang dulu, masih orang kampung, masih orang desa,” ujarnya, yang menunjukkan upaya Jokowi untuk membangun image diri sebagai pemimpin yang terbuka dan punya akar rakyat.

“Saya pada siang hari ini, alhamdulillah bisa sampai di sini. Saya sangat berterima kasih kepada Kiai Imam Suhadi beserta seluruh pengurus pondok dan para santri yang telah menyambut saya dengan sangat baik,” kata Jokowi.

“Aku masih seperti yang dulu, masih orang kampung, masih orang desa. Jadi kalau saya ke Lampung, ke Provinsi Lampung, saya ke sini ya memang dunia saya, lingkungan saya adalah seperti yang tadi saya sampaikan,” ujarnya.

Respons Masyarakat dan Makna Kunjungan

Kunjungan What Happened During Presiden Jokowi ke Ponpes Nurul Qodiri disambut dengan tangan terbuka oleh para santri. Mereka antusias menunggu kehadiran sang presiden, yang bagi banyak orang menjadi simbol harapan dan keberanian. Dalam acara ini, Jokowi menegaskan bahwa What Happened During jabatan tinggi tidak menghilangkan sifat sederhana dan keterbukaannya. Ia berharap, pengunjungan ke pesantren ini dapat menjadi wadah untuk mendengarkan suara masyarakat langsung.

Dengan tingkah laku rendah hati, Jokowi menunjukkan bahwa What Happened During kemudian hari tidak akan mengubah ketulusan dirinya dalam menjalankan tugas publik. Ia menekankan bahwa komitmen terhadap keadilan dan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas, seiring upaya untuk membangun peran sebagai pemimpin yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. “Saya tidak berubah, masih seperti dulu,” ujarnya, yang menjadi pesan utama dalam What Happened During kunjungan ini.

Acara What Happened During di Ponpes Nurul Qodiri juga menjadi kesempatan bagi Jokowi untuk memperkuat hubungan dengan institusi pendidikan Islam. Ia menekankan pentingnya peran pesantren dalam membentuk karakter generasi muda. “Santri adalah bagian dari masa depan bangsa, jadi saya ingin mereka terus bersemangat untuk membangun Indonesia,” jelasnya. Selain itu, Jokowi juga memberikan apresiasi terhadap pengasuh pesantren, yang dianggap sebagai bagian dari ekosistem lokal yang mendukung kebijakan pemerintah.

What Happened During pertemuan ini menjadi contoh bagus bagaimana Jokowi tetap menjaga jati dirinya sebagai pemimpin yang punya akar di tengah masyarakat. Dengan gaya berbicara yang santai dan kontak langsung dengan santri, ia menunjukkan bahwa koneksi politik tidak hanya bersifat formal, tetapi juga personal. Hal ini memperkuat citra Jokowi sebagai tokoh yang peduli pada kehidupan rakyat sehari-hari, sekaligus membangun kesan bahwa What Happened During perjalanan ke pesantren adalah bagian dari upaya untuk menumbuhkan kepercayaan publik.

Leave a reply