Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Key Strategy: Prabowo Sebut TNI Sering di Sawah, Komisi I DPR: Suatu Kebanggaan, Bukan Kembali ke Dwifungsi

Mary Thomas - aruskabar.com 3 mins read

Key Strategy: Prabowo Sebut TNI Sering di Sawah, Komisi I DPR: Suatu Kebanggaan, Bukan Kembali ke Dwifungsi Key Strategy - Dalam sebuah diskusi penting

Key Strategy: Prabowo Sebut TNI Sering di Sawah, Komisi I DPR: Suatu Kebanggaan, Bukan Kembali ke Dwifungsi

Key Strategy: Prabowo Sebut TNI Sering di Sawah, Komisi I DPR: Suatu Kebanggaan, Bukan Kembali ke Dwifungsi

Key Strategy – Dalam sebuah diskusi penting terkait peran TNI di bidang pertanian, Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa partisipasi angkatan bersenjata dalam sektor pertanian nasional adalah bagian dari Key Strategy pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan. Wakil Ketua Komisi I DPRRI Dave Laksono memberikan tanggapan bahwa hal ini justru menjadi kebanggaan, bukan pengembalian ke dwifungsi ABRI yang pernah dikenal dalam masa Orde Baru.

Key Strategy dalam Pemangkasan Tugas TNI

Dave menegaskan bahwa keterlibatan prajurit TNI di sawah tidak berarti mengembalikan model dwifungsi yang dulu berlaku. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut bahwa TNI dan Polri terus aktif dalam berbagai sektor, termasuk pertanian, sebagai bagian dari Key Strategy yang mengintegrasikan pertahanan dengan pembangunan nasional. Menurut Dave, ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi organisasi militer dalam kegiatan yang memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Key Strategy ini dianggap sebagai kebijakan yang menggabungkan fungsi pertahanan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup rakyat. Dave mengatakan bahwa TNI saat ini tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam program pembangunan yang mencakup berbagai aspek kehidupan. “TNI adalah bagian dari Key Strategy yang menyeluruh, bukan sekadar kekuatan militer,” tegasnya saat memberi wawancara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam beberapa tahun terakhir, keterlibatan TNI di bidang pertanian semakin terlihat jelas. Prajurit dari berbagai satuan dilibatkan dalam program peningkatan produksi pangan, pengembangan teknologi pertanian, hingga bantuan langsung kepada petani. Dave menilai, ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan keberhasilan Key Strategy dalam mencapai tujuan ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi. “Dengan Key Strategy ini, TNI membantu mengatasi tantangan strategis yang dihadapi bangsa kita,” jelasnya.

Kebanggaan TNI dalam Kontribusi Sosial

Menurut Dave Laksono, keberadaan TNI di sawah adalah bentuk kebanggaan bagi bangsa Indonesia. “Ini menunjukkan bahwa TNI bukan hanya terlibat dalam tugas pertahanan, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari rakyat,” tambahnya. Ia menekankan bahwa Key Strategy ini memperkuat citra TNI sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan negara yang berubah.

Key Strategy yang diterapkan dalam peran TNI di bidang pertanian juga diharapkan bisa menjadi contoh bagus bagi institusi lain untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Dave mengatakan bahwa TNI memiliki kemampuan manajemen, sumber daya, dan jaringan yang bisa dimanfaatkan dalam berbagai sektor. “Key Strategy ini menunjukkan bahwa TNI bisa menjadi pilar utama dalam transformasi nasional, termasuk dalam sektor-sektor kritis seperti pertanian dan digital,” katanya.

Dalam konteks Ketahanan Pangan Nasional, Key Strategy yang diusung Prabowo dan direspons Komisi I DPR dianggap sebagai upaya mempercepat pencapaian target produksi pangan. Dave mengingatkan bahwa dwifungsi ABRI dulu memang melibatkan TNI dalam tugas sosial, tetapi sekarang ini lebih fokus pada penguatan kelembagaan militer dalam rangka pembangunan. “Key Strategy ini bukan sekadar keterlibatan di sawah, tapi merupakan langkah untuk menciptakan sinergi antara pertahanan dengan pembangunan,” pungkasnya.

Leave a reply