Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Main Agenda: Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, Tentara Sering Ada di Sawah

David Davis - aruskabar.com 3 mins read

Pertanian, Tentara di Sawah Main Agenda - Dalam acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII tahun 2026 di Gorontalo, Main Agenda menjadi topik sentral

Main Agenda: Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, Tentara Sering Ada di Sawah

Main Agenda Prabowo: Polisi Urus Pertanian, Tentara di Sawah

Main Agenda – Dalam acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII tahun 2026 di Gorontalo, Main Agenda menjadi topik sentral yang dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menggarisbawahi pentingnya peran kepolisian dan TNI dalam memperkuat program ketahanan pangan nasional, menegaskan bahwa di Indonesia, lembaga keamanan bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga secara aktif terlibat dalam kegiatan produktif di bidang pertanian dan perikanan.

Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII tahun ini dirayakan sebagai ajang pertemuan para petani, nelayan, penyuluh, dan pemangku kepentingan sektor pertanian serta perikanan dari berbagai wilayah Indonesia. Main Agenda dianggap sebagai elemen kunci dalam menyelaraskan upaya pemerintah menuju swasembada pangan. Prabowo mengatakan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi antar sektor, termasuk peran aktif para pejabat, Menteri Pertanian Pak Amran Sulaiman, dan elemen TNI serta Polri yang terlibat langsung di lapangan.

Kolaborasi Lintas Instansi

Prabowo menekankan bahwa Main Agenda pemerintah dalam bidang pertanian membutuhkan sinergi yang kuat antar lembaga. Menurutnya, tidak ada satu kementerian saja yang mampu mewujudkan tujuan swasembada pangan. “Pertanian adalah bagian dari keamanan nasional, dan itu yang menjadi fokus Main Agenda,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara.

Acara ini menampilkan peran sejumlah tokoh, termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang secara langsung membantu pengembangan lahan pertanian dan pendampingan petani. Prabowo juga menyebutkan bahwa Main Agenda pemerintah memberikan momentum bagi percepatan pemberdayaan sektor pertanian, terutama di tengah tantangan kenaikan harga bahan pokok.

“Hanya di Indonesia, polisi terlibat langsung dalam pengelolaan pertanian. Cuma di negeri ini, tentara sering ditemukan di tengah sawah. Hanya di Indonesia, angkatan laut menanam kedelai, dan angkatan udara menggarap lahan tebu,” pungkas Prabowo dalam pidatonya, menyoroti keunikan sistem keamanan Indonesia yang mengintegrasikan tugas pertahanan dengan kegiatan produktif.

Pengembangan Program Pangan Nasional

Dalam rangka Main Agenda menuju ketahanan pangan, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memperkuat sistem pertanian. Ia menekankan bahwa ketersediaan pangan tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada pengelolaan yang efisien dan pemerataan distribusi. “Main Agenda ini adalah wujud komitmen kita untuk memastikan rakyat Indonesia tidak pernah kekurangan makanan,” imbuhnya.

Acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII juga menjadi wadah untuk mengapresiasi kontribusi pejabat dan aparat keamanan dalam menggerakkan kegiatan produktif. Prabowo menyatakan bahwa kehadiran TNI dan Polri di sektor pertanian bukan hanya sebagai pengawasan, tetapi juga untuk memastikan stabilitas pasokan bahan pokok dan mempercepat realisasi Main Agenda pemerintah. Hal ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi negara lain yang masih menganggap pertanian sebagai sektor sekunder.

Menurut Prabowo, Main Agenda yang diusung pemerintah menggambarkan visi menyeluruh tentang keberlanjutan pangan nasional. Ia menyoroti bahwa pembangunan pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan, dengan dukungan infrastruktur, teknologi, dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. “Main Agenda ini bukan sekadar kebijakan, tapi langkah nyata yang mengubah peran TNI dan Polri menjadi mitra utama dalam produksi pangan,” katanya.

Leave a reply