Hampir 1.500 Buruh di Jateng Terancam PHK, Pemerintah Turun Tangan Cegah Gelombang Pemutusan Kerja
PIKIRAN RAKYAT – Situasi ketenagakerjaan di Jawa Tengah kembali menjadi sorotan publik. Hampir 1 500 Buruh di Jateng kini menghadapi ketidakpastian pekerjaan
Hampir 1 500 Buruh di Jateng Terancam PHK, Pemerintah Respons Cepat
Aruskabar.com – PIKIRAN RAKYAT – Situasi ketenagakerjaan di Jawa Tengah kembali menjadi sorotan publik. Hampir 1 500 Buruh di Jateng kini menghadapi ketidakpastian pekerjaan. Potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mengancam sektor industri garmen dan tekstil di provinsi tersebut. Dua perusahaan besar dengan investor asing dilaporkan sedang menyiapkan langkah pemutusan kerja terhadap karyawan mereka.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, menyampaikan informasi terbaru. Menurut laporan awal yang diterima, hampir 1 500 Buruh di Jateng terancam kehilangan mata pencaharian. PHK diprediksi terjadi di PT Victoria Apparel yang berlokasi di Kota Semarang dan PT Samwon di Kabupaten Jepara.
Detail Perusahaan yang Akan Melakukan PHK
Berdasarkan data dari Pengurus Serikat Buruh Jawa Tengah, PT Victoria Apparel diperkirakan akan memengaruhi sekitar 800 pekerja. Perusahaan ini memiliki investor asal Tiongkok yang kini sedang menghadapi tantangan operasional. Sementara itu, PT Samwon dengan kepemilikan investor Korea Selatan dilaporkan akan melakukan PHK terhadap sekitar 670 pekerja. Total kedua perusahaan ini mencapai hampir 1 500 Buruh di Jateng yang terdampak.
“Informasi ini masih bersifat awal dan akan kami dalami lebih lanjut di lapangan,” ujar Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/206).
Meskipun angka tersebut masih bersifat provisional, pemerintah daerah Jawa Tengah telah menunjukkan respons cepat. Langkah preventif dilakukan untuk mencegah terjadinya gelombang pemutusan kerja yang lebih luas. Koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja menjadi kunci dalam menangani situasi ini.
Said Iqbal menegaskan bahwa verifikasi lapangan akan dilakukan secara menyeluruh. Setiap detail mengenai jumlah pekerja yang terdampak dan timeline PHK akan dikonfirmasi sebelum keputusan final diambil. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hampir 1 500 Buruh di Jateng mendapatkan perlindungan yang layak selama proses transisi berlangsung.
Industri garmen dan tekstil merupakan sektor penting bagi perekonomian Jawa Tengah. Pemutusan kerja massal dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Oleh karena itu, berbagai pihak terus berupaya mencari solusi terbaik untuk meminimalisir dampak negatif dari rencana PHK tersebut.
