Visit Agenda: Wujudkan Kota Ramah Anak, Pemprov DKI Wajibkan Penyediaan Ruang Laktasi di Area Publik
Visit Agenda: DKI Jakarta Tindak Lanjuti Langkah Ramah Anak dengan Fasilitas Menyusui di Area Publik Visit Agenda - Dalam rangka memperkuat kota ramah anak
Visit Agenda: DKI Jakarta Tindak Lanjuti Langkah Ramah Anak dengan Fasilitas Menyusui di Area Publik
Visit Agenda – Dalam rangka memperkuat kota ramah anak, Pemprov DKI Jakarta melalui Visit Agenda kembali mengambil langkah strategis dengan memperketat peraturan penyediaan ruang menyusui di seluruh area publik. Langkah ini diumumkan oleh Gubernur DKI, Pramono Anung, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kenyamanan masyarakat, terutama ibu hamil dan menyusui. Dalam pidatonya setelah acara peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Balai Kota Jakarta, Senin 20 Juli 2026, Pramono menekankan bahwa Visit Agenda akan menjadi acuan untuk semua fasilitas umum yang ingin beroperasi di Jakarta.
Program Terpadu untuk Membangun Infrastruktur Ramah Anak
Persyaratan ruang menyusui ini merupakan bagian dari Visit Agenda yang lebih luas, yang bertujuan menciptakan ekosistem kota yang siap melayani kebutuhan anak-anak sejak dini. Gubernur DKI menyatakan bahwa selama ini masih ada kekurangan dalam pemanfaatan fasilitas seperti ruang menyusui di lingkungan kantor yang dinaungi pemerintah daerah. Dengan adanya aturan ini, diharapkan seluruh warga, terlepas dari latar belakang sosial ekonomi, dapat menikmati akses yang lebih mudah ke tempat menyusui yang layak.
Ruang menyusui yang dimaksud tidak hanya sekadar tempat untuk menyusui, tetapi juga diharapkan menjadi ruang yang nyaman, aman, dan bersih. Pramono menambahkan, fasilitas ini perlu dikelola secara teratur untuk memastikan ketersediaan sepanjang waktu. “Kita ingin menyusui menjadi bagian dari Visit Agenda yang dijalankan oleh seluruh pihak, termasuk instansi pemerintah, pusat perbelanjaan, dan tempat hiburan,” jelasnya. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Jakarta.
“Dengan Visit Agenda ini, Jakarta tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan pendidikan dan kesejahteraan anak. Ruang menyusui adalah simbol bahwa kita peduli pada kebutuhan dasar mereka,” ujar Pramono, setelah memberikan penjelasan lebih lanjut tentang implementasi kebijakan.
Contoh Nyata dari Fasilitas yang Diresmikan
Satu contoh konkret adalah Perpustakaan Nyi Ageng Serang di Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang baru saja diresmikan setelah menjalani renovasi. Fasilitas ruang menyusui di sana dianggap sebagai bagian dari Visit Agenda yang dirancang untuk mengintegrasikan layanan publik dengan kebutuhan keluarga. Pramono mengungkapkan bahwa ruang menyusui di perpustakaan tersebut dilengkapi dengan privasi, kenyamanan, dan alat bantu seperti kursi berbantal serta kipas angin.
Dalam Visit Agenda, Pramono juga menyebutkan bahwa ruang menyusui tidak hanya ada di tempat kerja, tetapi juga di tempat-tempat hiburan, rumah sakit, dan transportasi umum. Ia menargetkan bahwa kebijakan ini akan mencakup seluruh kawasan Jakarta, mulai dari pusat kota hingga daerah terpencil. “Kita ingin anak-anak tidak pernah kehabisan tempat menyusui, baik saat sedang berbelanja, belajar, maupun bermain,” tegasnya.
Kebijakan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menyusui sebagai metode pemberian nutrisi yang alami bagi bayi. Pramono menyebutkan bahwa Visit Agenda akan terus dikembangkan seiring bertambahnya jumlah fasilitas publik yang dioperasikan oleh Pemprov DKI. Selain ruang menyusui, kota ramah anak juga melibatkan pengembangan taman bermain, jalur pejalan kaki, dan akses ke layanan kesehatan yang memadai.
Dalam beberapa bulan terakhir, Pemprov DKI juga telah memperkenalkan program Visit Agenda untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak. Fasilitas ruang menyusui diharapkan menjadi salah satu elemen yang memperkuat visi ini. Pramono menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan berkala terhadap tempat-tempat yang memenuhi standar Visit Agenda, agar tidak ada penurunan kualitas di masa depan.
