DLH Jabar Temukan Tiga Parameter di Tambang Citatah Lampaui Baku Mutu – Kualitas Udara Memburuk
DLH Jabar Temukan Tiga Parameter di Tambang -
DLH Jabar Temukan Tiga Parameter Pencemar di Tambang Citatah Melebihi Baku Mutu
Temuan Tiga Parameter Pencemar Udara di Lokasi Tambang
DLH Jabar Temukan Tiga Parameter di Tambang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat melakukan pengujian kualitas udara di area tambang Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dan menemukan tiga parameter pencemar yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa konsentrasi partikel debu sangat kasar (TSP), partikel debu halus (PM10), dan partikel debu sangat halus (PM2,5) tercatat di atas standar yang ditetapkan. Temuan ini mengisyaratkan adanya peningkatan risiko pencemaran udara di wilayah sekitar tambang tersebut.
Uji petik lapangan yang dilakukan pada 11 Juli 2026 menemukan peningkatan signifikan dalam kualitas udara, terutama terkait dengan polutan yang berasal dari aktivitas tambang dan pabrik pengolahan kapur. “TSP, PM10, dan PM2,5 adalah komponen utama yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat,” jelas Ai Saadiyah Dwidaningsih, Kepala DLH Jabar, saat memberikan keterangan di Bandung Barat, Sabtu (18/7/2026), seperti yang dilaporkan Antaranews.
“Temuan ini menunjukkan bahwa paparan partikel debu di lokasi tambang Citatah telah mencapai tingkat yang berpotensi merugikan kesehatan masyarakat,” tambah Ai Saadiyah, yang menjelaskan bahwa data tersebut memperkuat kekhawatiran tentang dampak lingkungan yang terus berkembang.
Dampak dan Langkah Mitigasi yang Diambil
Kebocoran partikel debu dari aktivitas tambang dan pabrik kapur berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan, penyakit paru-paru, serta risiko kanker bagi warga sekitar. DLH Jabar sedang melakukan evaluasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi sumber utama polusi dan menentukan langkah-langkah mitigasi yang tepat. Selain itu, instansi tersebut juga berencana untuk memperketat pengawasan terhadap emisi dari industri tersebut.
Pengujian dilakukan dalam rangka memastikan bahwa DLH Jabar Temukan Tiga Parameter di Tambang Citatah sesuai dengan standar nasional dan internasional. Selain TSP, PM10, dan PM2,5, kualitas udara di wilayah tersebut juga dipengaruhi oleh emisi gas buang dan partikel dari operasional pabrik. Hasil analisis akan menjadi dasar bagi DLH Jabar untuk mengeluarkan rekomendasi teknis kepada pihak terkait.
Wilayah tambang Citatah yang berdekatan dengan permukiman warga memperbesar kekhawatiran akan polusi udara. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa konsentrasi PM2,5 di area tersebut sudah mendekati level kritis. Dengan adanya temuan ini, DLH Jabar akan mengupayakan peningkatan kualitas udara melalui pengawasan ketat dan kolaborasi dengan pemilik tambang.
DLH Jabar Temukan Tiga Parameter juga menjadi indikator bahwa lingkungan industri perlu dikelola secara lebih hati-hati. Karena itu, pihak berwenang berencana untuk memperketat regulasi dan mengadakan pelatihan bagi pengelola tambang terkait teknik pencegahan polusi. Tindakan ini diharapkan mampu mengurangi dampak negatif pada ekosistem lokal dan kesehatan masyarakat.
Sejumlah warga yang tinggal dekat tambang Citatah telah melaporkan keluhan terkait kualitas udara yang memburuk. Beberapa di antara mereka mengalami gejala alergi dan gangguan pernapasan akibat seringnya terpapar partikel debu. DLH Jabar sedang mengumpulkan data tambahan untuk mengevaluasi tingkat keparahan polusi dan menyiapkan skenario pengurangan emisi. Kebijakan yang diambil akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitar lokasi tambang.
Dengan DLH Jabar Temukan Tiga Parameter di Tambang Citatah, pemerintah daerah semakin sadar akan pentingnya menjaga kualitas udara. Hasil uji kualitas udara ini menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan lebih ketat, termasuk penggunaan teknologi pengendali polusi dan pemantauan berkala. Masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi lingkungan mereka secara lebih transparan dan berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas hidup yang lebih sehat.
