Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Perpustakaan Gasibu Dibongkar demi Wajah Baru Gedung Sate – Dispusipda Siapkan Layanan Literasi Digital

William Thomas - aruskabar.com 2 mins read

e Perpustakaan Gasibu Dibongkar demi Wajah Baru - Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang melakukan perubahan signifikan di kawasan Lapangan Gasibu, salah

Perpustakaan Gasibu Dibongkar demi Wajah Baru Gedung Sate – Dispusipda Siapkan Layanan Literasi Digital

Perpustakaan Gasibu Dibongkar demi Wajah Baru Gedung Sate

Perpustakaan Gasibu Dibongkar demi Wajah Baru – Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang melakukan perubahan signifikan di kawasan Lapangan Gasibu, salah satunya adalah pembongkaran Perpustakaan Gasibu. Langkah ini bertujuan menghadirkan wajah baru Gedung Sate sebagai pusat kebudayaan dan informasi modern. Transformasi yang dimulai tahun 2026 ini mencakup penghapusan bangunan fisik perpustakaan untuk membangun infrastruktur digital yang lebih lengkap. Dispusipda, sebagai instansi yang bertanggung jawab, telah menyiapkan layanan literasi digital sebagai bagian dari rencana revitalisasi tersebut.

Tujuan Revitalisasi Gedung Sate

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu diambil dalam rangka menyesuaikan tata ruang kawasan sekitar Gedung Sate. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang publik yang lebih multifungsi dan modern, sekaligus memudahkan akses masyarakat terhadap sumber daya informasi digital. Selain itu, perubahan ini juga diharapkan memperkuat keterlibatan generasi muda dalam kegiatan literasi, dengan menyediakan fasilitas yang selaras dengan tren teknologi saat ini.

Pemangkasan ruang fisik perpustakaan menjadi salah satu strategi untuk mengalokasikan area lebih efisien bagi layanan digital dan mobile library. Dengan demikian, transformasi Perpustakaan Gasibu tidak hanya memperkenalkan inovasi, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan program pendidikan berbasis teknologi. Penyesuaian ini diperkirakan akan meningkatkan kualitas literasi digital secara keseluruhan, khususnya bagi kalangan yang lebih aktif dalam penggunaan media digital.

“Dengan penyesuaian ini, semua kalangan bisa tetap menikmati fasilitas perpustakaan sesuai preferensi mereka. Tujuan utamanya adalah menjaga kualitas literasi digital sambil memperluas cakupan layanan,” ujar Herman Suryatman, Ketua Dispusipda Jabar, saat berbicara di Gedung DPRD Jabar, Selasa (14/7/2026).

Layanan Literasi Digital untuk Berbagai Kalangan

Dispusipda menyiapkan dua bentuk layanan literasi digital: digital library dan mobile library. Digital library akan fokus pada generasi muda, seperti usia remaja dan mahasiswa, dengan menyediakan akses ke koleksi buku, e-book, dan media digital lainnya. Sementara mobile library dirancang untuk kelompok usia lebih lanjut, seperti generasi X dan baby boomers, yang mungkin lebih nyaman menggunakan layanan mobile sebagai alternatif.

Transformasi ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan komunitas lokal, untuk menjamin layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, Dispusipda memperkenalkan program pelatihan literasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan teknologi. Pembongkaran Perpustakaan Gasibu menjadi langkah awal dari rencana jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Langkah penghapusan bangunan fisik perpustakaan memicu berbagai pertimbangan, baik dari segi kebutuhan akses fisik maupun inovasi. Meski penggunaan ruang fisik berkurang, pihak Dispusipda menegaskan bahwa layanan digital akan tetap memenuhi fungsi perpustakaan sebagai tempat penyebaran ilmu pengetahuan dan budaya. Pembongkaran Perpustakaan Gasibu juga diharapkan menjadi contoh nyata perubahan pola layanan publik dalam era digital.

Leave a reply