Skip to content
Royal desk
Agustus 2, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Key Strategy: Janji Kusut Pemprov Jabar Usai Gusur Bangli di Situ Ciburuy KBB, Desa Kena Getah Amarah Warga

Michael Hernandez - aruskabar.com 4 mins read

Key Strategy Pemprov Jabar Tunda Janji Relokasi di Situ Ciburuy KBB Program Penggusuran Situ Ciburuy dan Janji Relokasi yang Belum Terlaksana Key Strategy

Key Strategy: Janji Kusut Pemprov Jabar Usai Gusur Bangli di Situ Ciburuy KBB, Desa Kena Getah Amarah Warga

Key Strategy Pemprov Jabar Tunda Janji Relokasi di Situ Ciburuy KBB

Program Penggusuran Situ Ciburuy dan Janji Relokasi yang Belum Terlaksana

Key Strategy – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengumumkan Key Strategy sebagai bagian dari program penggusuran kawasan Situ Ciburuy di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk mengembangkan area konservasi. Namun, meski program tersebut sudah berjalan sepuluh bulan, warga yang rumahnya gusur masih menunggu janji relokasi yang dijanjikan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 67 kepala keluarga (KK) masih tinggal di rumah kontrakan setelah pemerintah melakukan pembongkaran bangunan liar di area tersebut.

Kebijakan Key Strategy ini diharapkan bisa memberikan manfaat jangka panjang untuk pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Namun, kekecewaan warga semakin menguat karena janji relokasi yang sebelumnya diumumkan belum terwujud. Mereka merasa kecemasan dan ketidakpuasan terhadap kebijakan Pemprov Jabar, terutama karena kompensasi yang diberikan hanya mencakup biaya sewa selama satu tahun tanpa jaminan rumah pengganti.

Proses Survei Laik Fungsi dan Tanggung Jawab Pemprov Jabar

Sekretaris Desa Ciburuy, Yadi Hendardi, mengungkapkan bahwa Pemprov Jabar telah memulai survei laik fungsi (SLF) sebagai langkah awal Key Strategy untuk menentukan lokasi relokasi warga. Meski survei tersebut dianggap sebagai bagian penting dari program, warga mengeluhkan bahwa SLF hanya berupa tahap kajian tanpa tindakan nyata. “Kompensasi yang diberikan dulu hanya untuk biaya sewa rumah selama satu tahun,” tambah Yadi saat diwawancara di kantor desa, Selasa, 14 Juli 2026.

Yadi menjelaskan bahwa Pemkab Bandung Barat bertugas menyediakan lahan untuk relokasi, sementara Pemprov Jabar mengurusi pembangunan rumah. Namun, sampai saat ini belum ada progres signifikan. Menurutnya, warga terus mengingatkan pemerintah agar Key Strategy tidak hanya menjadi janji kosong, tetapi juga terealisasi secara nyata. “Janji Key Strategy harus diwujudkan secepat mungkin agar warga tidak kehilangan harapan,” lanjutnya.

Perkembangan Pekerjaan dan Tantangan dalam Implementasi Key Strategy

Program penggusuran Situ Ciburuy dianggap sebagai bagian dari Key Strategy untuk memperkuat konservasi lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, tantangan terbesar terletak pada kecepatan penyelesaian relokasi. Warga yang terdampak menyatakan bahwa proses survei lahan tidak cukup untuk menyelesaikan masalah mereka. “Mereka butuh rumah permanen, bukan hanya tempat tinggal sementara,” kata Yadi.

Beberapa warga juga menyoroti keterlambatan dalam pengumuman Key Strategy. Meski program ini diharapkan bisa membawa manfaat jangka panjang, ketidakpuasan terhadap perencanaan awal mulai terlihat. Kebutuhan akan rumah pengganti dan kompensasi yang memadai menjadi fokus utama warga dalam menilai keberhasilan Key Strategy. “Janji Key Strategy harus selaras dengan kebutuhan masyarakat, bukan hanya kepentingan pemerintah,” imbuh Yadi.

Respons Masyarakat dan Tanggung Jawab Pemprov Jabar

Kebutuhan akan rumah permanen dan kompensasi yang lebih besar membuat warga Desa Ciburuy tetap gelisah. Mereka mengeluhkan bahwa Key Strategy yang dijanjikan belum mampu memberikan solusi yang memadai. Selama sepuluh bulan, kegiatan penggusuran terus berlangsung, tetapi janji relokasi tetap menjadi momok yang menghantui masyarakat.

“Warga sudah berkali-kali memprotes dan meminta penjelasan dari Pemprov Jabar. Mereka ingin tahu kapan Key Strategy benar-benar akan berjalan,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Ketidakpuasan ini semakin meningkat karena penggusuran dianggap sebagai bagian dari Key Strategy, tetapi belum ada tindakan konkrit untuk relokasi.

Langkah-Langkah dalam Key Strategy dan Rencana Masa Depan

Kebijakan Key Strategy oleh Pemprov Jabar mencakup berbagai langkah strategis untuk mengembangkan kawasan Situ Ciburuy. Salah satu fokus utama adalah pembangunan infrastruktur dan penataan lingkungan. Namun, warga berharap Key Strategy juga mencakup kebijakan yang lebih manusiawi terhadap masyarakat yang terdampak. “Key Strategy harus melibatkan kebutuhan warga, bukan hanya aspirasi pemerintah,” kata Yadi.

Menurut Yadi, Pemprov Jabar perlu menyelesaikan proses Key Strategy dengan lebih cepat. Ia menyarankan agar pemerintah mengadakan pertemuan langsung dengan warga untuk menggali masukan dan mengurangi ketidakpuasan. “Janji Key Strategy bisa terwujud jika ada komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” imbuhnya. Dengan demikian, Key Strategy diharapkan tidak hanya menjadi strategi pengembangan, tetapi juga menjadi jaminan bagi kesejahteraan warga.

Penggusuran sebagai Bagian dari Key Strategy dan Proyek Jangka Panjang

Penggusuran bangunan liar di Situ Ciburuy dianggap sebagai bagian dari Key Strategy untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Proyek ini juga diharapkan bisa menjadi contoh keberhasilan penerapan strategi pembangunan berkelanjutan. Namun, masyarakat setempat merasa bahwa Key Strategy justru mengabaikan kebutuhan mereka sebagai bagian dari proyek jangka panjang.

Yadi Hendardi mengatakan bahwa warga Desa Ciburuy tetap optimis meski Key Strategy masih dalam tahap penyusunan. “Mereka percaya bahwa Key Strategy akan memberikan manfaat, asalkan prosesnya transparan dan berkeadilan,” ujar Yadi. Ia menambahkan bahwa Pemprov Jabar harus tetap menjaga komunikasi dengan masyarakat agar Key Strategy tidak hanya menjadi janji kusut, tetapi juga terwujudkan dalam bentuk nyata.

Leave a reply