Important Visit: Perpustakaan Gasibu Hilang karena Revitalisasi? Dispusipda Jabar Beri Penjelasan
erpustakaan Gasibu Direspons oleh Dispusipda Jabar Important Visit - Dalam rangka Important Visit, revitalisasi kawasan Gedung Satedan Lapangan Gasibu tengah
Important Visit: Perpustakaan Gasibu Direspons oleh Dispusipda Jabar
Important Visit – Dalam rangka Important Visit, revitalisasi kawasan Gedung Satedan Lapangan Gasibu tengah menjadi perhatian utama masyarakat Bandung. Proyek ini menimbulkan pertanyaan mengenai nasib Perpustakaan Gasibu, yang sebelumnya menjadi pusat literasi dan kegiatan budaya bagi warga sekitar. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, Kusmana Hartadji, menjelaskan bahwa keputusan untuk menutup bangunan lama Perpustakaan Gasibu tidak berarti layanan literasi akan terhenti. Malah, ini merupakan langkah strategis untuk merevitalisasi fasilitas publik secara menyeluruh.
Revitalisasi sebagai Upaya Perbaikan Infrastruktur
Revitalisasi Lapangan Gasibu bertujuan meningkatkan kualitas ruang publik dan mengoptimalkan penggunaan lahan. Kusmana menegaskan bahwa kebijakan ini diperkenalkan dalam rangka Important Visit untuk menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mengembangkan ekosistem literasi. “Revitalisasi ini bukan hanya sekadar perubahan fisik, tapi juga untuk memastikan Perpustakaan Gasibu tetap relevan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di masa depan,” jelasnya.
“Dengan revolusi desain yang lebih modern, kita bisa menciptakan ruang yang lebih efisien dan multifungsi,” tambah Kusmana. Ia menambahkan, proses ini melibatkan evaluasi terhadap berbagai aspek seperti aksesibilitas, fasilitas, dan kenyamanan pengunjung. Hasil studi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan model layanan yang lebih optimal.
Alternatif Fasilitas Literasi yang Dibangun
Perpustakaan Gasibu tidak akan hilang, tetapi akan diubah menjadi bentuk baru yang lebih kontemporer. Kusmana menjelaskan, pihaknya sedang merancang fasilitas serupa dengan desain yang lebih terpadu dengan kebutuhan masyarakat. “Jadi, tata letak baru akan mencakup ruang baca, area edukasi, dan kemungkinan kegiatan budaya atau kreatif lainnya,” ujarnya.
Dalam Important Visit, Dispusipda Jabar juga memaparkan rencana pengembangan layanan literasi yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya revitalisasi, mereka berharap dapat menjangkau lebih banyak warga, terutama generasi muda, melalui inovasi seperti digital library, workshop literasi, dan program penjaringan buku yang lebih efektif. “Kita ingin menjadikan Gasibu sebagai ruang yang dinamis, bukan hanya tempat baca tapi juga tempat bertukar ide dan kreativitas,” lanjut Kusmana.
Perubahan yang Diharapkan Masyarakat
Meski ada kekhawatiran terkait penutupan bangunan lama, masyarakat Bandung menilai bahwa revitalisasi ini bisa memberikan manfaat jangka panjang. “Justru ini kesempatan untuk membuat perpustakaan lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang,” kata salah satu warga yang juga penggemar buku. Namun, sebagian masyarakat menginginkan lebih banyak detail mengenai bagaimana fasilitas baru akan diakses dan dikelola.
Kusmana mengungkapkan, rencana revitalisasi akan disampaikan secara transparan kepada masyarakat dalam rangka Important Visit. “Kita juga terbuka untuk masukan dari warga, agar perubahan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan harapan mereka,” jelasnya. Pemerintah daerah berharap, proses ini bisa menjadi contoh keberhasilan integrasi ruang publik dengan layanan literasi yang lebih inklusif.
Revitalisasi Perpustakaan Gasibu dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di Jawa Barat. Dengan menyesuaikan fasilitas sesuai tren masa kini, Dispusipda Jabar ingin menunjukkan bahwa perpustakaan tetap menjadi komponen penting dalam pembangunan sosial. Selain itu, pihaknya juga menekankan bahwa Important Visit ini menjadi ajang untuk mengukur kinerja dan merumuskan langkah lebih lanjut.
Dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah provinsi akan menyelesaikan studi kelayakan revitalisasi, termasuk rencana pengadaan dana dari berbagai sumber. Kusmana menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra strategis. “Dengan mendukung Important Visit, kita bisa memastikan proyek ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga berdampak nyata pada peningkatan akses literasi,” pungkasnya.
