Key Strategy: Wali Kota Bima Angkat Istri, Ipar, hingga Sepupu Jadi Pejabat, Pemkot Klaim Sudah Sesuai Ketentuan
Wali Kota Bima: Key Strategy dalam Pengangkatan Keluarga Jadi Pejabat Key Strategy menjadi strategi utama dalam pengisian jabatan yang dilakukan oleh
Wali Kota Bima: Key Strategy dalam Pengangkatan Keluarga Jadi Pejabat
Key Strategy menjadi strategi utama dalam pengisian jabatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima, di mana sejumlah pejabat baru yang dilantik memiliki hubungan kekeluargaan dengan Wali Kota. Pelantikan tersebut terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026, di Aula Maja Labo Dahu, yang melibatkan total 87 pejabat. Keputusan ini dipertahankan oleh Pemkot Bima sebagai bagian dari Key Strategy yang dirancang untuk memperkuat koordinasi internal dan memastikan keberlanjutan program pemerintahan. Pengangkatan keluarga dekat Wali Kota, seperti istrinya, Badrah Ekawati, serta kerabatnya seperti ipar dan sepupu, dinilai sesuai dengan prinsip merit dan ketentuan yang berlaku.
Detail Pelantikan dalam Key Strategy
Dalam pelantikan tersebut, Badrah Ekawati menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima, sementara M Auwalyah, ipar Wali Kota, diberikan posisi Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda). Selain itu, Irwansyah, sepupu Aji Man, juga dilantik sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda. Setiap pejabat yang diangkat melalui Key Strategy menjalani proses seleksi yang melibatkan evaluasi kompetensi, pengalaman kerja, serta kualifikasi akademik. Selain itu, Pemkot Bima juga menegaskan bahwa Key Strategy ini tidak hanya berfokus pada hubungan keluarga, tetapi juga mengutamakan kebutuhan organisasi dalam konteks kinerja dan efisiensi.
“Key Strategy ini dirancang untuk menjawab kebutuhan organisasi dalam rangka mendorong koordinasi yang lebih efektif dan mempercepat implementasi kebijakan,” jelas Muhammad Hasyim, Juru Bicara Pemkot Bima, Jumat, 3 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan, dengan melibatkan tim independen yang memastikan bahwa setiap pengangkatan tidak terlepas dari standar kualifikasi jabatan.
Transparansi dalam Penerapan Key Strategy
Pemkot Bima memastikan bahwa Key Strategy dalam pengangkatan keluarga menjadi pejabat dilakukan dengan sistem merit. Proses ini melibatkan perekrutan berdasarkan kompetensi dan kemampuan profesional, bukan hanya karena hubungan keluarga. Badrah Ekawati, misalnya, disebut memiliki pengalaman kerja dalam bidang kesehatan yang cukup baik, sementara M Auwalyah dikenal sebagai figur yang berpengalaman dalam administrasi pemerintahan. Irwansyah juga dianggap memenuhi kriteria pemenuhan kebutuhan struktural di bidang pengadaan barang dan jasa.
Dalam Key Strategy ini, Pemkot Bima menjelaskan bahwa mereka melakukan pemeriksaan dokumen lengkap dan mengumumkan hasil seleksi melalui proses resmi. “Kami tidak menutup mata pada hubungan keluarga, tetapi fokus utamanya adalah memenuhi kualifikasi jabatan dan kebutuhan organisasi,” lanjut Hasyim. Ia menegaskan bahwa pengangkatan tersebut telah disetujui oleh lembaga pengawasan internal, sehingga memastikan bahwa Key Strategy ini tidak melanggar aturan yang berlaku.
Respon Publik terhadap Key Strategy
Key Strategy dalam pengangkatan pejabat keluarga Wali Kota Bima telah menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagian pihak menganggap ini sebagai bentuk pemberdayaan anggota keluarga dalam pemerintahan, sementara yang lain mengkritik karena dianggap bisa menciptakan konflik kepentingan. Meski demikian, Pemkot Bima menegaskan bahwa Key Strategy ini telah dipertimbangkan secara matang, termasuk dalam rangka mempercepat proses pengambilan keputusan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Menurut analis politik lokal, Fajar Wibowo, Key Strategy ini bisa menjadi langkah strategis jika diiringi oleh kebijakan transparansi yang lebih ketat. “Kunci sukses Key Strategy adalah keseragaman kriteria dan dokumentasi yang jelas,” katanya. Ia menyarankan agar Pemkot Bima terus memperjelas tujuan Key Strategy ini, terutama dalam konteks pengurangan birokrasi dan peningkatan kepercayaan publik terhadap proses pengisian jabatan.
Dalam Key Strategy, Pemkot Bima juga menyebutkan bahwa pelantikan ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong keterlibatan keluarga dalam pengelolaan daerah. Namun, pihaknya menjamin bahwa semua proses dilakukan secara profesional, termasuk dalam penilaian kinerja pejabat yang diangkat. “Kami berharap Key Strategy ini dapat menjadi contoh yang baik dalam pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan,” pungkas Hasyim, yang menekankan bahwa Pemkot Bima siap memperlihatkan keberhasilan Key Strategy ini dalam beberapa bulan ke depan.
