Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Main Agenda: Komisi 1 DPRD Jabar Bahas Usulan Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat

William Thomas - aruskabar.com 3 mins read

D Jabar Bahas Usulan Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat Main Agenda menjadi topik utama dalam rapat Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat

Main Agenda: Komisi 1 DPRD Jabar Bahas Usulan Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat

Main Agenda: Komisi 1 DPRD Jabar Bahas Usulan Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat

Main Agenda menjadi topik utama dalam rapat Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat yang digelar pada hari Kamis, 2 Juli 2026. Kali ini, fokusnya tertuju pada usulan perubahan nama provinsi yang selama ini dikenal sebagai Jawa Barat. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota komisi, dengan tujuan mendiskusikan kebijakan ini secara mendalam dan menyeluruh. Usulan pergantian nama ini tidak hanya sebatas isu politik, tetapi juga mencerminkan keinginan untuk memperkuat identitas budaya lokal serta mengakomodasi keberagaman masyarakat Jabar.

Proses Diskusi dan Partisipasi Anggota

Rapat kerja dipimpin oleh Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.I.P., dengan sejumlah anggota seperti Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., dan H. Dedi Aroza, S.Ag., M.Si. Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, S.T., turut hadir dalam sesi tersebut. Kehadiran perwakilan dari delapan fraksi politik menjadi bagian penting dari proses pengambilan keputusan. Dalam sesi diskusi, semua anggota menunjukkan dukungan secara berseruni terhadap usulan perubahan nama provinsi. Ini menunjukkan bahwa Main Agenda ini tidak hanya mendapat respons positif, tetapi juga mendorong perdebatan terbuka tentang pentingnya identitas budaya dalam konteks nasional.

Main Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai Kesundaan sebagai warisan budaya yang relevan dalam masa kini. Dukungan dari berbagai fraksi menegaskan bahwa pergantian nama provinsi bukan sekadar simbol, tetapi juga langkah strategis untuk merefleksikan realitas masyarakat Jabar.

Pihak Eksekutif dan Stakeholder Lainnya

Dari pihak eksekutif, hadir perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Kepala Biro Pemotda Moh Faisal dan perwakilan Biro Hukum Dewi. Mereka memberikan masukan tentang可行性 dari usulan ini, termasuk aspek hukum dan administratif. Selain itu, tokoh dan akademisi Sunda seperti mantan Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA, juga turut berpartisipasi. Mereka menekankan bahwa Main Agenda ini sejalan dengan visi pengembangan Jawa Barat sebagai provinsi yang lebih representatif dan menonjolkan keunikan budaya Kesundaan.

Usulan perubahan nama provinsi ini telah menjadi pembicaraan hangat di berbagai forum diskusi. Sejumlah pihak menilai bahwa nama “Jawa Barat” yang sudah digunakan selama lebih dari 50 tahun perlu diulang, sementara yang lain berpendapat bahwa perubahan nama bisa menjadi kebanggaan baru. Dalam rapat, semua fraksi menyatakan bahwa Main Agenda ini layak dipertimbangkan sebagai bagian dari rencana pembangunan jangka panjang.

Histori dan Motivasi Belakang

Perubahan nama provinsi Jawa Barat bukanlah hal baru. Sejak tahun 1970-an, berbagai usulan sudah pernah muncul, termasuk dari kalangan akademisi dan tokoh-tokoh lokal. Tujuan utama dari Main Agenda ini adalah untuk merefleksikan keberagaman masyarakat Jabar, yang mencakup tidak hanya etnis Sunda, tetapi juga kelompok lain seperti Jawa Tengah, Banten, dan Sumatera. Pergantian nama juga diharapkan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan daerah, serta memperkuat kebanggaan budaya Kesundaan.

Beberapa anggota Komisi I DPRD Jabar menyatakan bahwa nama provinsi harus memiliki makna yang lebih luas dan inklusif. Mereka menekankan bahwa Main Agenda ini bukan sekadar mengganti nama, tetapi juga membuka ruang untuk menggali identitas budaya yang lebih modern dan relevan. Proses diskusi ini juga melibatkan analisis dampak sosial, ekonomi, dan politik dari perubahan nama provinsi tersebut.

Langkah Selanjutnya dan Harapan Masyarakat

Setelah rapat, semua fraksi sepakat untuk melanjutkan diskusi dan mempersiapkan rancangan perubahan nama provinsi yang lebih matang. Pihak eksekutif juga diminta untuk mengeluarkan panduan teknis dan regulasi terkait. Selain itu, Main Agenda ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun mendatang. Masyarakat Jabar, baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum, berharap bahwa usulan ini bisa menjadi perwujudan komitmen politik untuk melestarikan budaya Kesundaan.

Leave a reply