Latest Program: BPOM Akselerasi Industri Pangan Steril, Baru Pasok 2,3 Juta dari Kebutuhan 4,3 Juta Porsi Haji
BPOM Dorong Pengembangan Pangan Steril Komersial, Pasok 2,3 Juta untuk Kebutuhan Haji Latest Program - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mendorong
BPOM Dorong Pengembangan Pangan Steril Komersial, Pasok 2,3 Juta untuk Kebutuhan Haji
Latest Program – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mendorong percepatan industri pangan steril dalam negeri sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan strategis nasional. Salah satu pencapaian utama yang dibahas adalah kemampuan sektor pangan steril memasok 2,3 juta porsi makanan siap konsumsi (RTE) dari total kebutuhan 4,3 juta porsi selama masa puncak ibadah haji di Arab Saudi. Komitmen ini diungkapkan oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam pembukaan Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial 2026, yang dihelat pada Selasa (30/6/2026).
Peringatan World Food Safety Day Fokus pada Pertumbuhan Industri
Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan World Food Safety Day (WFSD) 2026 dengan tema “Kiprah Satu Dasawarsa Program Manajemen Risiko: Akselerasi Pertumbuhan Sarana Produksi Pangan Steril Komersial Berdaya Saing”. Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menegaskan bahwa pertumbuhan industri pangan steril harus diiringi penerapan sistem jaminan keamanan pangan melalui Program Manajemen Risiko (PMR). “Peluang besar dalam sektor pangan steril perlu diimbangi dengan kesiapan industri menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan konsisten,” tambahnya.
“Besarnya peluang pada sektor pangan steril komersial perlu diimbangi dengan kesiapan industri dalam menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan konsisten,” ujar Taruna Ikrar.
BPOM juga memastikan bahwa seluruh produk RTE untuk jemaah haji telah memenuhi standar keamanan pangan melalui penggunaan Izin Penerapan Program Manajemen Risiko (PMR) serta sertifikasi kesehatan sebagai syarat ekspor. Teknologi sterilisasi suhu tinggi dan kemasan hermetis menjadi kunci dalam memproduksi makanan bebas dari kontaminasi mikroorganisme berbahaya, termasuk racun saraf. Dengan metode ini, makanan dapat bertahan hingga 18 bulan tanpa bahan pengawet dan tanpa perlengkapan pendingin saat distribusi.
Industri pangan steril komersial tidak hanya mendukung kebutuhan haji tetapi juga digunakan sebagai logistik penanganan bencana, ransum militer, serta potensi dalam program penyaluran makanan bergizi di daerah dengan akses infrastruktur terbatas. Pangan steril dianggap memiliki masa simpan panjang dan mudah didistribusikan, sehingga menjadi solusi strategis untuk berbagai situasi nasional.
