Skip to content
Royal desk
Agustus 3, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Key Strategy: 19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Kinerja Hulu Migas yang Tangguh

Linda Martinez - aruskabar.com 4 mins read

Key Strategy: PHE's 19 Tahun Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Kinerja Hulu Migas yang Tangguh Key Strategy - Dalam rangka memperkuat keberlanjutan

Key Strategy: 19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Kinerja Hulu Migas yang Tangguh

Key Strategy: PHE’s 19 Tahun Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Kinerja Hulu Migas yang Tangguh

Key Strategy – Dalam rangka memperkuat keberlanjutan energi nasional, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus menjalankan Key Strategy yang menjadi pilar utama pengembangan sektor hulu migas. Seiring berjalannya 19 tahun operasional, perusahaan ini tidak hanya bertahan melawan tantangan penurunan alami produksi dari lapangan minyak dan gas, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas operasional melalui inovasi teknologi dan manajemen yang lebih efektif. Strategi ini bertujuan mengamankan pasokan energi dalam negeri, menghadapi perubahan pasar global, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komitmen PHE terhadap Key Strategy telah terbukti dalam berbagai pencapaian nyata. Selama 19 tahun, perusahaan berhasil mempertahankan perannya sebagai penyumbang utama produksi minyak dan gas Indonesia. Dengan dukungan kebijakan fiskal yang optimal, PHE terus memperluas jaringan operasional dan menjaga kinerja yang stabil. “Key Strategy kami tidak hanya tentang mengelola aset yang ada, tetapi juga tentang transformasi yang berkelanjutan untuk menjamin keberlanjutan energi nasional,” jelas Hermansyah Y Nasroen, Corporate Secretary PHE.

Kontribusi Hulu Migas dalam Pasokan Energi Nasional

PHE saat ini berkontribusi hingga 65% dari total produksi minyak dan 37% dari produksi gas dalam negeri. Selain itu, perusahaan mengelola 27% dari seluruh blok migas yang ada, dengan aktivitas eksplorasi dan pengembangan yang terus meningkat. Keberhasilan ini mencerminkan keberhasilan Key Strategy dalam mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia. Dengan adanya teknologi canggih dan manajemen risiko yang matang, PHE mampu meminimalkan dampak penurunan produksi alami dan memperpanjang masa eksploitasi lapangan.

“Key Strategy kami dihiasi dengan komitmen pada ESG dan pencegahan korupsi, yang memastikan transparansi dalam pengelolaan aset hulu migas. Dengan metode seperti multistage fracturing dan steamflood, kami meningkatkan efisiensi produksi secara signifikan,” tambah Hermansyah Y Nasroen.

Pengembangan Wilayah Kerja Baru dan Potensi Sumber Daya

Dalam beberapa tahun terakhir, PHE terus memperluas cakupan operasionalnya melalui Key Strategy yang berfokus pada ekspansi wilayah kerja baru. Sejak 2022 hingga 2025, perusahaan menambahkan sembilan blok migas baru, termasuk Binaiya (Maluku), Lavender (Sulawesi Tenggara), dan Bobara (Papua) yang ditambahkan pada 2025. Potensi sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE) juga terus dikembangkan, dengan kontribusi besar dari wilayah Rokan yang menawarkan 724,22 MMBO.

Strategi ini tidak hanya memperluas basis produksi, tetapi juga meningkatkan ketersediaan sumber daya energi yang lebih berkelanjutan. PHE menargetkan peningkatan output dari blok-blok baru ini dengan memastikan keberlanjutan ekosistem produksi serta pengelolaan lingkungan yang baik. Dengan demikian, Key Strategy mereka memberikan dampak jangka panjang pada stabilitas energi nasional.

Transformasi Teknologi dan Inovasi Produksi

PHE berkomitmen untuk mengubah paradigma produksi melalui Key Strategy berbasis teknologi. Contohnya, penerapan multistage fracturing di sumur horizontal Kotabatak dan pengembangan North Duri Development Area 14 dengan injeksi steamflood menunjukkan upaya untuk meningkatkan produktivitas secara signifikan. Selain itu, Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Minas Area A memberikan solusi untuk meningkatkan daya produksi lapangan yang sudah tua.

Penggunaan teknologi canggih ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan. Dengan Key Strategy yang mengintegrasikan inovasi teknologi, PHE menciptakan model bisnis hulu migas yang lebih modern dan kompetitif. Proyek pengembangan Lapangan Akasia Prima dan Padang Pancuran, misalnya, menjadi bagian dari upaya ini untuk memastikan stabilitas pasokan energi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Strategi Ekspansi dan Proyek Utama 2026

Kebijakan Key Strategy PHE juga mencakup perluasan operasional melalui penambahan lapangan baru (greenfield) dan revitalisasi aset lama. Pada 2026, perusahaan akan fokus pada proyek utama seperti OO OX ONWJ, Sisi Nubi AOI, South Senoro, Manpatu, dan Masela. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas produksi serta mengurangi risiko ketidakstabilan pasokan energi. Strategi ini didukung oleh penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan pengoptimalan kebijakan fiskal yang lebih fleksibel.

Sebagai bagian dari Key Strategy, PHE juga terus mendorong kerja sama dengan mitra strategis di sektor hulu migas. Pengembangan ini tidak hanya memperkuat kemampuan operasional, tetapi juga menciptakan ekosistem industri yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan memperhatikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial, PHE menjalankan strategi yang seimbang untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika pasar global.

Komitmen ESG dan Etos Kerja yang Bersih

PHE mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap aspek Key Strategy mereka. Ini mencakup upaya pengurangan emisi, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta pengelolaan aset yang berkelanjutan. Selain itu, perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang memenuhi standar ISO 37001:2016. Langkah ini memastikan kebersihan operasional dan pencegahan korupsi, sejalan dengan visi Zero Tolerance on Bribery.

Dengan Key Strategy yang terus diperkuat, PHE menunjukkan komitmen pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Perusahaan tidak hanya fokus pada peningkatan output, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial. Hal ini menjadikan PHE sebagai contoh keberhasilan perusahaan hulu migas dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi, lingkungan, dan keadilan sosial.

Leave a reply