Skip to content
Royal desk
Juni 24, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Sebut Pengelolaan Sampah Jakarta Lebih Baik dari Washington – Pramono Anung Buka-bukaan soal Survei

Karen Lopez 3 mins read

Pengelolaan Sampah Jakarta Lebih Baik dari Washington DC, Pramono Anung Buka-bukaan Survei Sebut Pengelolaan Sampah Jakarta Lebih Baik - Dalam diskusi

Sebut Pengelolaan Sampah Jakarta Lebih Baik dari Washington – Pramono Anung Buka-bukaan soal Survei

Pengelolaan Sampah Jakarta Lebih Baik dari Washington DC, Pramono Anung Buka-bukaan Survei

Sebut Pengelolaan Sampah Jakarta Lebih Baik – Dalam diskusi terkini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan hasil survei yang menempatkan pengelolaan sampah Jakarta di atas tingkat Washington DC, Amerika Serikat. Survei ini memperlihatkan bahwa Jakarta mampu memenuhi standar kebersihan lingkungan secara lebih baik, meskipun memiliki tantangan dalam pengelolaan limbah. Pramono mengungkapkan bahwa survei tersebut dijalankan oleh lembaga independen, tetapi ia belum memberikan detail tentang penyelenggara atau metode penilaian yang digunakan.

Hasil Survei dan Evaluasi Kinerja

“Dari hasil survei terbaru, Jakarta tetap unggul dalam pengelolaan sampah dibandingkan ibukota Amerika Serikat,” kata Pramono saat berbicara di Monas, Minggu (21/6). Ia menjelaskan bahwa survei ini mengukur efisiensi sistem pengelolaan sampah berdasarkan parameter seperti pemilahan limbah, kebersihan lingkungan, dan peningkatan kapasitas pengolahan. Meski tidak menyebutkan nama penyelenggara, Pramono menyatakan bahwa data tersebut memperkuat kebijakan daerah dalam menekan penumpukan sampah.

Menurut Pramono, Jakarta memiliki sistem yang lebih terpadu dalam mengelola sampah. Meskipun TPST Bantargebang, yang selama puluhan tahun menjadi pusat penampungan sampah, kini mendekati batas kapasitas, daerah tersebut tetap mampu mengurangi jumlah sampah yang dikeluarkan ke lingkungan. “Kota Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari, tetapi kita berhasil menjaga kualitas lingkungan dengan strategi yang lebih canggih,” tambahnya.

Tantangan dalam Pengelolaan Sampah Jakarta

Kondisi TPST Bantargebang menjadi sorotan dalam survei ini. Pramono mengakui bahwa volume sampah yang meningkat pesat memaksa sistem pengelolaan daerah untuk beradaptasi. Ia menekankan bahwa open dumping tidak lagi efektif, sehingga dibutuhkan inovasi dalam mengurangi limbah. “Kita harus memperkuat sistem pemilahan dari sumber, agar sampah bisa dikelola secara lebih optimal,” ujarnya.

Menurut data terkini, Jakarta menghasilkan sampah sekitar 9.000 ton per hari. Angka ini meningkat dari tahun ke tahun, terutama karena pertumbuhan penduduk dan konsumsi yang semakin tinggi. Pramono menjelaskan bahwa survei ini juga menyoroti keberhasilan Jakarta dalam mengelola sampah secara terpusat, tetapi mengingatkan bahwa keterlibatan masyarakat tetap menjadi kunci untuk menjaga kinerja yang baik.

Upaya Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan Sampah

Sebagai tindak lanjut, Pemprov DKI Jakarta menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan warga. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang menekankan keberlanjutan lingkungan sebagai prioritas nasional.

Pramono juga menyebutkan bahwa kebijakan tersebut mencakup penguatan pengelolaan sampah di daerah penjajahan. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah Jakarta tergantung pada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. “Kami berharap survei ini bisa menjadi acuan untuk memperbaiki sistem, dan mengembangkan pola pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

Dalam evaluasi survei, Jakarta dinilai lebih baik dari Washington DC dalam hal keberlanjutan lingkungan. Namun, Pramono juga mengakui bahwa kota ini masih menghadapi tantangan, seperti peningkatan jumlah sampah dan kebutuhan teknologi pengolahan yang lebih modern. Survei ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah Jakarta tidak hanya efektif, tetapi juga bisa menjadi contoh untuk kota-kota lain di Indonesia.

Kebijakan pengelolaan sampah yang lebih baik membutuhkan pendekatan holistik, mulai dari pengurangan sampah di sumber, pemilahan yang tepat, hingga daur ulang yang efisien. Pramono menegaskan bahwa survei ini membantu memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan. “Dengan pengelolaan sampah yang lebih baik, kita bisa menjaga kebersihan dan memperkuat ekonomi daerah melalui industri daur ulang,” tuturnya.

Leave a reply