Skip to content
Royal desk
Juni 24, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Polisi Amankan 69 Orang Saat Eksekusi Hotel Sultan di GBK yang Berujung Ricuh

David Davis 2 mins read

tan di GBK Ricuh Polisi Amankan 69 Orang Saat Eksekusi - Pada Kamis, 18 Juni 2026, eksekusi pengosongan lahan bekas Hotel Sultan di area Gelora Bung Karno

Polisi Amankan 69 Orang Saat Eksekusi Hotel Sultan di GBK yang Berujung Ricuh

Polisi Amankan 69 Orang Saat Eksekusi Hotel Sultan di GBK Ricuh

Polisi Amankan 69 Orang Saat Eksekusi – Pada Kamis, 18 Juni 2026, eksekusi pengosongan lahan bekas Hotel Sultan di area Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, berakhir ricuh. Pihak kepolisian menetapkan 69 individu yang terlibat dalam aksi penolakan dan mengganggu proses evakuasi. Peristiwa ini menimbulkan kekacauan yang memperumit tugas petugas dalam menjalankan operasi.

BGK sebagai Lokasi Kontroversi

Pembebasan lahan Hotel Sultan di GBK telah lama menjadi perdebatan masyarakat. Selain menjadi pusat acara nasional, GBK juga dikaitkan dengan keberadaan kawasan yang mengandung kisah sejarah penting. Protes terhadap eksekusi ini diduga berdasarkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah dan dampak sosial terhadap warga sekitar. Ribuan orang turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan terhadap pemilik lahan yang dianggap terluka oleh keputusan tersebut.

“Kombes Budi Hermanto mengatakan kepada awak media di lokasi bahwa jumlah pelaku yang diamankan mencapai 69 orang, dan bisa saja masih ada tambahan,”

Budi menjelaskan bahwa puluhan orang yang ditangkap diduga tergabung dalam kelompok massa yang melakukan provokasi serta mengganggu pelaksanaan eksekusi lahan eks Hotel Sultan. Aksi mereka termasuk melempar batu, memecahkan kaca, dan mencegah truk pengangkut barang beroperasi. Kejadian ini menimbulkan kemacetan di sekitar GBK, dengan sebagian besar aksi berlangsung di depan gedung yang baru saja dikeluarkan dari dominasi para pengunjuk rasa.

Strategi Polisi dan Konflik yang Terjadi

Dalam upaya mengatasi kerumunan, polisi menggunakan kantong udara dan air mengalir untuk menenangkan massa. Namun, tindakan ini justru memicu ketegangan, terutama ketika seorang polisi dianiaya oleh warga yang marah. Kombes

Leave a reply