Skip to content
Royal desk
Juni 24, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Latest Program: Pengusaha MBG Teriak! Tolak Moratorium BGN saat Libur Sekolah, Kirim 8 Aspirasi ke Prabowo

William Thomas 3 mins read

Latest Program: Pengusaha MBG Teriak! Tolak Moratorium BGN Saat Libur Sekolah, Kirim 8 Aspirasi ke Prabowo Pengusaha MBG Bentuk Penolakan terhadap Moratorium

Latest Program: Pengusaha MBG Teriak! Tolak Moratorium BGN saat Libur Sekolah, Kirim 8 Aspirasi ke Prabowo

Latest Program: Pengusaha MBG Teriak! Tolak Moratorium BGN Saat Libur Sekolah, Kirim 8 Aspirasi ke Prabowo

Pengusaha MBG Bentuk Penolakan terhadap Moratorium BGN Saat Libur Sekolah

Latest Program – Dalam upaya memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah pengusaha yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program tersebut mengeluarkan pernyataan penolakan terhadap kebijakan moratorium yang diterapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Moratorium ini menyebabkan program MBG dihentikan selama masa libur sekolah, hal yang dianggap merugikan masyarakat yang bergantung pada layanan gizi tersebut. Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Gratis (GAPEMBI) menjadi salah satu organisasi yang aktif menyampaikan keberatan, dengan mengirimkan delapan aspirasi ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Prabowo Subianto, pada Kamis, 18 Juni 2026, di Jakarta.

Kritik Terhadap Surat Edaran BGN

GAPEMBI menilai kebijakan moratorium BGN tidak sesuai dengan mekanisme kerja yang telah disepakati sebelumnya. Surat Edaran BGN Nomor 12 Tahun 2026, yang menjadi dasar penghentian program selama libur sekolah, dianggap bertentangan dengan Surat Keputusan Kepala BGN yang diterbitkan 29 Desember 2025. Selain itu, organisasi ini mengkritik kurangnya komunikasi terbuka dari BGN sebelum mengambil keputusan tersebut, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan mitra pelaksana.

“Latest Program – Kami mengharapkan BGN untuk melakukan konsolidasi dengan stakeholder dan memastikan keputusan ini tidak menjadi intervensi yang mengganggu keberlanjutan program,” kata Ketua DPP GAPEMBI, Alven Stony, dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan.

Penolakan pengusaha juga didasari oleh kekhawatiran akan dampak ekonomi pada para pelaku usaha. Mereka menilai penghentian program selama libur sekolah mengurangi akses masyarakat terhadap nutrisi seimbang, terutama bagi anak-anak dan keluarga miskin. Sebagai penanggung jawab operasional, pengusaha MBG mengklaim telah memenuhi standar kualitas yang disepakati, sehingga moratorium ini dianggap tidak masuk akal. Berbagai kebijakan sebelumnya, termasuk kerja sama dengan pihak terkait, menjadi dasar untuk mengecam penghentian yang mendadak.

Peran Program MBG dalam Pelayanan Gizi Nasional

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan menjangkau ribuan keluarga, program ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta membangun ekosistem usaha kecil menengah. Moratorium yang diberlakukan selama masa libur sekolah dinilai mengganggu momentum ini, terutama di daerah-daerah yang memiliki ketergantungan tinggi pada program tersebut.

GAPEMBI juga menyoroti ketidakseimbangan antara kebijakan BGN dan kebutuhan masyarakat. Mereka menegaskan bahwa program MBG tetap relevan dan mampu beroperasi selama libur sekolah, asalkan ada penyesuaian logistik dan koordinasi yang lebih baik. Penolakan ini bukan sekadar reaksi spontan, melainkan hasil dari evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan BGN selama beberapa bulan terakhir.

Langkah Selanjutnya dan Harapan Pengusaha

Sebagai respons atas keputusan moratorium, GAPEMBI berencana mengajukan pertemuan dengan BGN untuk membahas penyesuaian kebijakan. Mereka menawarkan solusi yang lebih fleksibel, seperti membagi tugas pengelolaan program secara lebih merata atau mengatur operasional selama masa libur sekolah dengan efisiensi yang lebih tinggi. Selain itu, organisasi ini meminta BGN untuk memperjelas alasan penghentian program serta mengupayakan komunikasi dua arah dengan para mitra.

Kebijakan moratorium BGN juga memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa keputusan ini akan mengurangi jumlah penerima manfaat program, terutama di wilayah pedesaan yang kurang memiliki akses ke layanan gizi alternatif. Dengan bantuan pengusaha, program MBG diharapkan bisa beradaptasi agar tetap memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat, terlepas dari kondisi libur sekolah.

Leave a reply