Trump Kirim Perjanjian Nuklir Arab Saudi ke Kongres
Aruskabar.com – Sebuah dokumen kerja sama energi atom sipil antara Amerika Serikat dan Kerajaan Arab Saudi resmi diserahkan ke kedua kamar legislatif Washington pada Senin, 25 Agustus 2026. Langkah ini menandai tahap prosedural wajib sebelum kesepakatan bernilai puluhan miliar dolar dapat mengikat secara hukum. Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa kelanjutan negosiasi teknis bergantung pada satu prasyarat politik: Riyadh harus terlebih dahulu menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel melalui kerangka Abraham Accords. Tanpa normalisasi tersebut, proses tidak akan melangkah ke tahap implementasi.
Tinjauan Kongres dan Ambang Keputusan 90 Hari
Penyerahan teks perjanjian ke Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat merupakan kewajiban yang diamanatkan Undang-Undang Energi Atom Amerika Serikat. Selama jeda 90 hari, para legislator dapat menyusun resolusi bersama berisi penolakan. Apabila tidak ada resolusi yang disahkan sebelum tenggat berakhir, kesepakatan berlaku otomatis tanpa pemungutan suara terpisah. Diamnya Kongres, dengan kata lain, menjadi persetujuan implisit.
Seandainya Kongres memilih jalur penolakan, Presiden Trump masih memegang hak veto untuk menggagalkan resolusi tersebut. Menggagalkan veto presiden menuntut mayoritas dua pertiga di kedua kamar — ambang yang secara historis sangat sulit tercapai di tengah polarisasi politik Amerika. Kombinasi kedua mekanisme ini membuat probabilitas perjanjian untuk tetap berjalan cukup tinggi meskipun secara formal kendali legislatif berada di tangan Kongres.
Prasyarat Abraham Accords dan Implikasi Geopolitik
Pejabat pemerintahan AS menegaskan bahwa posisi Gedung Putih tidak berubah sejak negosiasi awal: perjanjian nuklir sipil hanya dapat dilanjutkan setelah Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords. Pernyataan itu disampaikan melalui surat elektronik dan menegaskan bahwa dimensi diplomatik-keamanan tidak dapat dipisahkan dari dimensi teknis-energi dalam kerangka kerja sama AS–Saudi.
“Posisi presiden tidak berubah bahwa perjanjian hanya akan maju jika Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords.”
Abraham Accords merujuk pada serangkaian kesepakatan normalisasi antara Israel dan sejumlah negara Arab yang difasilitasi Washington pada rentang 2020–2021. Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan telah terlibat dalam proses tersebut. Bagi Riyadh, bergabung ke dalam kerangka ini berarti mengakui kedaulatan Israel secara formal — langkah yang selama ini menjadi sensitivitas politik mengingat posisi kerajaan sebagai penjaga dua situs suci Islam dan pengaruhnya di dunia Muslim. Jika normalisasi akhirnya tercapai, peta geopolitik Timur Tengah akan bergeser secara signifikan, termasuk terhadap dinamika persaingan dengan Iran serta pasokan energi global.
Isi Teknis: Reaktor AP1000 dan Kontrak 30 Tahun
Perjanjian yang kini berada di tahap peninjauan dirancang untuk berlaku selama tiga dekade. Komponen utamanya mencakup pembangunan reaktor tipe AP1000, produk teknologi Westinghouse, dengan estimasi nilai puluhan miliar dolar Amerika. Westinghouse dimiliki secara bersama oleh Cameco, konglomerat uranium asal Kanada, dan Brookfield Asset Management, firma manajemen aset global. Proyek ini berpotensi menjadi salah satu kontrak energi terbesar yang pernah ditandatangani antara kedua negara.
Bagi pembaca di kawasan Asia Tenggara, kelanjutan atau penghentian kesepakatan ini akan berdampak langsung pada stabilitas pasokan minyak dan gas, rute perdagangan energi, serta keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Pengawasan Kongres selama 90 hari menjadi jendela terakhir bagi publik untuk menelaah risiko sebelum perjanjian mengikat secara permanen.
FAQ
Apa yang terjadi jika Kongres tidak bertindak selama 90 hari?
Jika tidak ada resolusi penolakan yang disahkan sebelum tenggat berakhir, perjanjian nuklir sipil AS–Saudi berlaku otomatis tanpa memerlukan pemungutan suara tambahan di Senat maupun Dewan Perwakilan Rakyat.
Apakah Presiden dapat menggagalkan keputusan Kongres?
Ya. Presiden memiliki hak veto terhadap resolusi penolakan. Namun, Kongres dapat menggagalkan veto tersebut dengan mayoritas dua pertiga suara di kedua kamar, ambang yang sangat sulit dicapai secara historis.
Apa syarat utama yang ditetapkan Gedung Putih sebelum perjanjian dilanjutkan?
Gedung Putih mensyaratkan Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords, yaitu menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, sebelum negosiasi teknis nuklir dapat melangkah ke tahap implementasi.
Berapa lama perjanjian ini dirancang berlaku?
Perjanjian dirancang untuk berlaku selama tiga dekade (30 tahun) dan mencakup pembangunan reaktor AP1000 dengan estimasi nilai puluhan miliar dolar Amerika.

