Skip to content
Royal desk
Juni 24, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Latest Program: The Real ‘Rich Farmer Family’: Satu Keluarga Besar Petani Dieng Berangkat Haji 42 Orang Sekaligus

David Davis 3 mins read

Latest Program: Keluarga Petani Dieng Berangkat Haji 42 Orang Sekaligus Pelaksanaan Ibadah Haji yang Mencengangkan Latest Program - Dalam rangka program haji

Latest Program: The Real ‘Rich Farmer Family’: Satu Keluarga Besar Petani Dieng Berangkat Haji 42 Orang Sekaligus

Latest Program: Keluarga Petani Dieng Berangkat Haji 42 Orang Sekaligus

Pelaksanaan Ibadah Haji yang Mencengangkan

Latest Program – Dalam rangka program haji terbaru tahun 2026, 42 orang dari keluarga besar petani Dieng, Bani Sawijaya, berhasil berangkat ke Tanah Suci secara bersamaan. Kisah ini menarik karena seluruh anggota keluarga yang berangkat tidak pernah merencanakan perjalanan secara bersama, bahkan tidak saling tahu saat mendaftarkan diri. Kegiatan ini menjadi bukti keberhasilan program haji yang memberikan kesempatan bagi keluarga besar untuk meraih kesempatan yang sama dalam waktu yang berdekatan.

Keluarga tersebut berasal dari Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, dan tergabung dalam Kloter 71 Embarkasi Solo (SOC). Mereka mengelola lahan pertanian seperti kentang dan berbagai jenis sayuran, yang menjadi tulang punggung ekonomi mereka. Keberangkatan haji yang serentak ini menjadi peristiwa unik di tengah komunitas petani setempat, yang biasanya beraktivitas sibuk sepanjang musim tanam.

“Kami tidak menyangka bisa pergi bersamaan. Awalnya heran, setelah ada pemanggilan dan manasik haji, ternyata banyak keluarga yang masuk daftar keberangkatan tahun ini,” kata Subianto, salah satu anggota keluarga.

Proses Pendaftaran dan Kebahagiaan Bersama

Pendaftaran haji dilakukan secara mandiri oleh setiap anggota keluarga, tanpa ada kesepakatan bersama. Namun, masa tunggu yang hampir sama membuat mereka akhirnya berangkat pada waktu yang serentak. Subianto menjelaskan bahwa setiap orang mendaftar sesuai prioritas pribadi, tetapi kebetulan jadwal keberangkatan jatuh di hari yang sama, sehingga menghasilkan kejadian mengejutkan bagi seluruh keluarga.

Kelompok ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana program haji terbaru dapat mengubah kehidupan keluarga besar. Dengan mendapat slot haji bersama, mereka tidak hanya merasakan kebahagiaan ibadah, tetapi juga memperkuat ikatan kekeluargaan melalui pengalaman yang sama. Program haji ini juga memberikan peluang bagi masyarakat desa Karangtengah untuk berbagi cerita dan memotivasi keluarga lain agar turut meraih kesempatan serupa.

Dari total 53 jemaah yang dikirimkan Desa Karangtengah ke Tanah Suci, sekitar 42 hingga 43 orang termasuk dalam satu garis keturunan Bani Sawijaya. “Dari 10 RT di kampung kami, hampir setiap RT ada yang naik haji tahun ini. Hanya satu RT yang tidak terlibat,” ujar Subianto. Keterlibatan semua RT menunjukkan bahwa program haji ini menjadi momentum yang memperkuat komunitas dan kebersamaan dalam mempersiapkan perjalanan suci.

Keberangkatan haji keluarga besar ini juga menggambarkan semangat gotong royong dalam masyarakat agraris. Meski masing-masing anggota keluarga berusaha meraih slot haji secara mandiri, kebetulan jadwal yang sejalan memperlihatkan bagaimana nasib baik bisa datang dari kesempatan yang terbuka lebar. Program haji terbaru tahun ini berhasil menjadi pusat perhatian karena memperlihatkan bagaimana satu keluarga bisa meraih kesempatan unik dalam kehidupan mereka.

Kisah keluarga Bani Sawijaya menjadi inspirasi bagi banyak keluarga lain di Indonesia. Mereka menunjukkan bahwa dengan usaha dan kesabaran, masyarakat pedesaan pun bisa meraih manfaat dari program haji yang terus berkembang. Selain itu, keberangkatan 42 orang ini juga menegaskan pentingnya pendidikan agama dan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang aktif di bidang pertanian.

Dalam rangkaian program haji terbaru, keberangkatan keluarga besar di Dieng ini menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu didasarkan pada perencanaan yang terpusat, tetapi juga bisa muncul dari kebetulan dan kegigihan individu. Dengan mendapat jadwal keberangkatan bersama, mereka tidak hanya menyelesaikan keinginan spiritual, tetapi juga memperlihatkan bagaimana program haji bisa menjadi sarana pengikatan komunitas dan pembelajaran kebersamaan di tengah tantangan yang dihadapi.

Leave a reply