Skip to content
Royal desk
Juni 24, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Meeting Results: Kinerja 2025 Positif, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Akselerasi Transisi Energi

William Thomas 3 mins read

Hasil Rapat: Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Percepat Transisi Energi Meeting Results - Hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) Pertamina pada 23 Juni

Meeting Results: Kinerja 2025 Positif, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Akselerasi Transisi Energi

Hasil Rapat: Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Percepat Transisi Energi

Meeting Results – Hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) Pertamina pada 23 Juni 2025 menunjukkan kinerja positif yang memperkuat stabilitas pasokan energi nasional dan mendorong transisi menuju energi rendah karbon. Dalam suasana persaingan global yang semakin ketat dan fluktuasi harga komoditas, perusahaan pelatih energi nasional ini berhasil meraih pencapaian yang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketersediaan energi serta mengakselerasi transformasi ke sektor energi terbarukan.

Angka Keuangan yang Menyentuh Target

Hasil rapat menyoroti peningkatan pendapatan Pertamina sebesar USD70,89 miliar atau setara Rp1.167,99 triliun pada 2025, menjadikannya sebagai salah satu pencapaian utama. EBITDA perusahaan mencapai USD11,43 miliar atau Rp188,33 triliun, sementara laba bersih USD3,35 miliar atau Rp55,20 triliun. Kinerja finansial ini menjadi bukti bahwa Pertamina mampu menjaga fundamental yang sehat, terlepas dari tekanan inflasi dan persaingan global.

Strategi yang diperkenalkan dalam hasil rapat menekankan keberlanjutan operasional. Dengan pendapatan yang stabil, Pertamina mampu memenuhi target devisa dan memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa hasil tersebut tidak hanya memperlihatkan kinerja korporasi yang baik, tetapi juga memperkuat peran perusahaan dalam mendukung ketersediaan energi yang andal.

Kontribusi untuk Perekonomian dan Pembangunan

Hasil rapat juga menyoroti kontribusi signifikan Pertamina terhadap perekonomian Indonesia. Kontribusi pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen mencapai Rp360,76 triliun, yang menjadi sumber pendapatan pemerintah dan meningkatkan kapasitas belanja negara. Selain itu, investasi dalam negeri sebesar USD5,9 miliar atau Rp97,20 triliun menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem energi yang lebih berkelanjutan.

Pertamina juga memperkuat transisi energi melalui penyerapan belanja produk dalam negeri (PDN) sebesar Rp531,5 triliun. Angka ini mencerminkan integrasi yang lebih dalam dengan industri lokal, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi sektor hulu dan hilir. Dalam sesi diskusi hasil rapat, para pemangku kepentingan menekankan pentingnya keterlibatan Pertamina dalam menciptakan ketersediaan energi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Stabilitas Produksi dan Optimasi Ekspor

Produksi minyak bumi dan gas bumi di sektor hulu tetap stabil di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), sesuai dengan target yang ditetapkan dalam hasil rapat. Kinerja ini memberikan kepastian pasokan energi untuk industri dalam negeri serta menjaga stabilitas harga yang menguntungkan masyarakat. Di sektor hilir, kilang Pertamina mencatatkan Yield Valuable Product sebesar 83,7%, yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi mencapai 333 juta barel, dengan pasokan bahan bakar minyak (BBM) mencakup 70% kebutuhan nasional.

Hasil rapat juga menyoroti pengembangan kapasitas ekspor melalui optimisasi pemanfaatan sumber daya. Dengan volume transmisi gas yang meningkat 4% menjadi 587 BSCF, Pertamina semakin aktif dalam memperluas pasar ekspor. Ini memberikan dampak positif bagi devisa negara dan membuka peluang kolaborasi dengan negara-negara mitra untuk memperkuat ekonomi global.

Transisi Energi Rendah Karbon

Dalam hasil rapat, Pertamina menekankan upaya transisi energi yang mencakup pengurangan emisi karbon. Perusahaan mencatatkan produksi listrik sebesar 8.711 GWh, naik 3% dari tahun sebelumnya, sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada pendapatan, tetapi juga berkomitmen untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) yang diharapkan pada 2030.

Transisi ini melibatkan investasi dalam teknologi hijau, seperti pembangunan PLTS dan PLTA, serta peningkatan efisiensi penggunaan energi. Dalam rangka meningkatkan daya saing, Pertamina juga memperkenalkan inisiatif baru yang ditetapkan dalam hasil rapat, termasuk pengembangan sumber daya terbarukan berbasis mikrogrid dan desa-desa pemanfaatan energi.

“Kinerja tahun 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya berhasil menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong transisi energi yang lebih berkelanjutan,” kata Simon Aloysius Mantiri dalam sesi pembukaan hasil rapat. Ia menambahkan bahwa peningkatan EBITDA dan laba bersih mencerminkan kemampuan perusahaan untuk tetap stabil meski menghadapi tantangan global.

Strategi Masa Depan dan Tanggung Jawab Sosial

Hasil rapat memberikan gambaran tentang strategi pertamina untuk periode mendatang, termasuk peningkatan keterlibatan masyarakat dalam keberlanjutan energi. Upaya ini mencakup program edukasi dan kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang energi hijau.

Dalam pembahasan hasil rapat, Pertamina juga menekankan peran mereka sebagai penggerak dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan melalui pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi terbarukan. Upaya ini selaras dengan visi nasional untuk mencapai ESG yang tangguh.

Leave a reply