Visit Agenda: Farhan Larang Pedagang Cuanki di Depan Masjid Pusda Jualan hingga Lewat Tengah Malam
Visit Agenda: Farhan Larang Pedagang Cuanki di Depan Masjid Pusda Jualan hingga Malam Visit Agenda menjadi sorotan publik setelah Sekretaris Daerah Kota
Visit Agenda: Farhan Larang Pedagang Cuanki di Depan Masjid Pusda Jualan hingga Malam
Visit Agenda menjadi sorotan publik setelah Sekretaris Daerah Kota Bandung, Muhamad Farhan, memberikan instruksi untuk memperketat pengawasan keamanan dan ketertiban di sekitar Masjid Pusda. Langkah ini diambil dalam rangka mengatasi ancaman kejahatan yang meningkat, terutama di area yang sering dipakai pedagang cuanki untuk berjualan hingga lewat tengah malam. Farhan menekankan pentingnya pengaturan jam operasional pedagang agar tidak mengganggu kenyamanan warga dan meningkatkan risiko kecelakaan serta tindak kriminal.
Langkah Tegas untuk Ciptakan Suasana Lebih Aman
Menurut Farhan, keberadaan pedagang cuanki di depan Masjid Pusda selama waktu malam menjadi salah satu faktor yang memicu kecurangan atau kekerasan di kalangan pelajar. Ia mengatakan bahwa selama masa libur sekolah, kegiatan sosial dan budaya yang seharusnya menyenangkan justru bisa berubah menjadi ruang risiko bagi aksi begal dan gangguan keamanan lainnya. “Kita perlu menindak tegas dan melakukan pembinaan bersamaan, agar lingkungan sekitar masjid tetap aman dan terjaga,” tambahnya dalam arahan kepada ASN usai apel pagi di Balai Kota Bandung, Senin (22/6/2026).
Visit Agenda juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menargetkan penegakan aturan ini sebagai bagian dari upaya mencegah kriminalitas. Farhan berharap dengan pembatasan jam operasional pedagang, warga dapat lebih nyaman dalam beraktivitas di malam hari, terutama sekitar masjid yang menjadi pusat kegiatan spiritual dan komunitas. Selain itu, ia menekankan bahwa warga diharapkan lebih aktif dalam pengawasan lingkungan, seperti melalui sistem siskamling dan ronda malam, untuk memastikan keberhasilan kebijakan ini.
Peran Masyarakat dalam Memperkuat Keamanan
Pemkot Bandung berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga ketertiban di sekitar area masjid. Dalam Visit Agenda terbaru, Farhan mengingatkan bahwa partisipasi aktif warga, seperti keterlibatan dalam patroli keamanan, sangat berperan dalam mencegah aksi kejahatan yang sering terjadi di malam hari. “Warga harus menjadi bagian dari solusi, karena mereka yang paling mengenal kondisi sekitar masjid,” terangnya. Dengan mengaktifkan siskamling dan ronda di seluruh kelurahan, pemerintah menargetkan peningkatan kewaspadaan dan respons cepat terhadap kejadian tidak menyenangkan.
Visit Agenda juga menyoroti bahwa penindakan terhadap pedagang cuanki di depan masjid Pusda tidak hanya bertujuan membatasi waktu jualan, tetapi juga untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi pengunjung masjid. Farhan menjelaskan bahwa pengaturan ini dilakukan dengan pertimbangan risiko kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan akibat pencahayaan yang kurang memadai di malam hari. “Kami ingin memastikan bahwa masjid tetap menjadi tempat yang aman, baik untuk ibadah maupun kegiatan sosial,” katanya.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana pembangunan kota yang lebih tertib dan aman. Dalam Visit Agenda, Farhan meminta seluruh ASN untuk terus memantau dan menindaklanjuti instruksi tersebut secara konsisten. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Dengan pengawasan bersama, kita bisa meminimalkan kejadian kriminal dan menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk seluruh warga Bandung,” pungkasnya.
