Mata Jadi Buta dan Telinga Robek – YTR Berharap Penyiksanya Ditangkap: Ingin Dia Merasakan yang Saya Rasakan
rharap Penyiksanya Ditangkap Mata Jadi Buta dan Telinga Robek - YTR, seorang korban dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Bandung, mengalami luka serius
Mata Buta dan Telinga Robek, YTR Berharap Penyiksanya Ditangkap
Mata Jadi Buta dan Telinga Robek – YTR, seorang korban dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Bandung, mengalami luka serius setelah mengalami penyekapan dan penganiayaan. Tindakan kekerasan tersebut mengakibatkan mata satuannya menjadi buta dan telinga kiri robek, membuat kondisinya semakin memprihatinkan. Meski dalam proses pemulihan, YTR tetap mengekspresikan keinginannya agar pelaku kekerasan dapat ditangkap dan merasakan penderitaan yang sama seperti yang ia alami.
Proses Pemulihan dan Harapan untuk Keadilan
Korban, yang berusia 29 tahun, saat ini sedang menjalani perawatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Denny Sumargo, YTR menjelaskan bahwa kondisinya mulai membaik setelah bertemu kembali dengan orang tua dan menerima perawatan intensif. Ia menyatakan rasa syukur atas kemajuan kesehatannya, sekaligus menegaskan tekadnya untuk melanjutkan perjuangan agar keadilan terwujud. “Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik lagi, semenjak ketemu sama orang tua dan masih dirawat di rumah sakit juga,” ujarnya.
Penganiayaan yang dialami YTR diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial TH, yang berusia 30 tahun. Menurut keterangan YTR, peristiwa tersebut terjadi dalam situasi yang sangat traumatis, di mana ia tidak hanya menerima luka fisik tetapi juga mengalami penderitaan mental yang dalam. “Saya ingin dia (TH) bisa merasakan yang saya rasakan,” imbuh YTR, sambil menggambarkan pengalaman pahitnya selama masa penyikapan.
Detil Kecelakaan dan Dukungan Komunitas
Penganiayaan terhadap YTR dilakukan dengan cara yang kasar, termasuk pukulan dan tindakan kekerasan lainnya yang menyebabkan kerusakan pada mata dan telinga. Dalam video yang diunggah, ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi beberapa hari sebelumnya, namun dampaknya masih terasa hingga saat ini. Meski tubuhnya masih lemah, YTR tetap bersemangat dalam menantikan tindakan hukum yang memadai. “Saya harap polisi bisa segera mengambil tindakan, agar pelaku tidak bisa berbuat lebih jahat lagi,” katanya.
Kejadian ini telah memicu respons dari masyarakat, terutama di media sosial dan komunitas lokal. Banyak netizen yang turut prihatin dan mengapresiasi keberanian YTR dalam menceritakan pengalamannya. Beberapa organisasi advokasi juga memberikan dukungan moral dan bantuan material. “Semangat YTR menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama korban kekerasan lainnya,” tulis salah satu akun di media sosial.
“Saya ingin orang-orang tahu betapa beratnya penderitaan yang saya alami. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi siapa pun yang masih menikmati tindakan kekerasan,” ungkap YTR dalam video terbarunya.
YTR juga mengungkapkan bahwa trauma dari penganiayaan tersebut masih menghantui dirinya, terutama saat berada dalam keadaan lelah atau stres. Meski begitu, ia berupaya untuk bangkit dan berbagi pengalaman ini sebagai bentuk penyadaran masyarakat. “Kedua mata dan telinga yang rusak adalah bukti nyata dari kebencian pelaku terhadap saya. Saya ingin mereka tahu, kekerasan tidak hanya merusak tubuh tetapi juga jiwa,” tegas YTR.
