Skip to content
Royal desk
Juni 24, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Dari Pedagang Kerupuk hingga Asongan – 160 Jemaah Haji Kurang Mampu Dapat Bantuan UEA Senilai Rp3,3 Miliar

Barbara Martinez 2 mins read

Dari Pedagang Kerupuk hingga Asongan, UEA Bantu 160 Jemaah Haji Kurang Mampu Rp3,3 Miliar Dari Pedagang Kerupuk hingga Asongan - Uni Emirat Arab (UEA)

Dari Pedagang Kerupuk hingga Asongan – 160 Jemaah Haji Kurang Mampu Dapat Bantuan UEA Senilai Rp3,3 Miliar

Dari Pedagang Kerupuk hingga Asongan, UEA Bantu 160 Jemaah Haji Kurang Mampu Rp3,3 Miliar

Dari Pedagang Kerupuk hingga Asongan – Uni Emirat Arab (UEA) memberikan bantuan finansial senilai Rp3,3 miliar kepada 160 jemaah haji kurang mampu dari Indonesia, yang mencakup berbagai profesi seperti pedagang kerupuk, asongan, dan pekerja harian. Bantuan ini disalurkan melalui lembaga resmi UEA dan diterima oleh Kementerian Haji Republik Indonesia, dengan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjadi pihak penyalur utama. Acara penyerahan bantuan dihadiri oleh 16 jemaah asal Jombang, yang menjadi contoh nyata bagaimana UEA mendukung jemaah haji yang berasal dari kalangan ekonomi lemah.

Program Bantuan yang Memberdayakan

Bantuan dari UEA tidak hanya berupa dana tetapi juga mencakup bantuan logistik dan bimbingan teknis dalam persiapan kepulangan jemaah haji. Program ini dirancang untuk memastikan jemaah yang bekerja sebagai pedagang kerupuk hingga asongan dapat menjalani perjalanan haji dengan lebih nyaman. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan individu, baik berupa uang tunai, alat transportasi, maupun bantuan tambahan untuk memenuhi kebutuhan pokok selama masa ibadah.

“Para penerima bantuan ini adalah yang paling berhak,” kata Irfan Yusuf saat acara penyerahan. “Dalam kunjungan ke Jombang, saya melihat banyak jemaah yang bekerja sebagai pedagang kerupuk, pengemis, dan penjual es. Bantuan UEA diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, sehingga mereka bisa fokus pada ibadah tanpa mengkhawatirkan biaya hidup selama di sana.”

Kepulangan jemaah haji gelombang kedua melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah menunjukkan progres yang baik. Jemaah dinilai semakin tertib dan disiplin dalam mematuhi aturan otoritas penerbangan serta keimigrasian Arab Saudi. Pemulangan yang teratur dan lancar ini juga menjadi bukti kerja sama yang solid antara Indonesia dan UEA dalam menyelenggarakan ibadah haji.

Seleksi dan Distribusi Bantuan

Proses seleksi jemaah haji yang mendapat bantuan dari UEA dilakukan secara transparan oleh Kementerian Haji. Jemaah yang memenuhi kriteria kurang mampu, seperti penghasilan di bawah ambang batas tertentu, akan diprioritaskan. Bantuan senilai Rp3,3 miliar ini diberikan kepada 160 jemaah, yang mencakup berbagai lapisan masyarakat, termasuk pedagang kerupuk yang bekerja di pasar tradisional hingga asongan yang beraktivitas di jalanan.

Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan jemaah terpenuhi. Untuk jemaah yang bekerja sebagai pedagang kerupuk, bantuan bisa digunakan untuk membeli bahan baku atau menambah modal usaha. Sementara itu, jemaah yang bekerja sebagai asongan mungkin mendapat bantuan berupa bantuan transportasi atau penginapan. Proses ini membutuhkan koordinasi yang rapat antara Kemenhaj dengan lembaga UEA untuk memastikan distribusi tepat sasaran.

Kepala Biro Penerbangan dan Keimigrasian Arab Saudi, Maria Assegaf, mengawasi langsung proses kepulangan jemaah haji di Bandara Madinah. Ia juga berinteraksi dengan jemaah haji Indonesia, memberikan bantuan tambahan, dan memastikan mereka dapat kembali ke Tanah Air dengan aman. Pihaknya berharap program ini dapat berlanjut dan memberikan dampak positif bagi jemaah haji kurang mampu.

Leave a reply