Kisah Alex Merawat Sejarah – di Antara Punk dan Buku-Buku Langka
rawat Sejarah, di Antara Punk dan Buku-Buku Langka Kisah Alex Merawat Sejarah - Ariyono Wahyu Widjajadi, yang akrab disapa Alex (50), telah menekuni hobi
Kisah Alex Merawat Sejarah, di Antara Punk dan Buku-Buku Langka
Kisah Alex Merawat Sejarah – Ariyono Wahyu Widjajadi, yang akrab disapa Alex (50), telah menekuni hobi mengoleksi buku-buku kuno selama puluhan tahun. Di rumahnya di kawasan Cisaranten Kulon, Bandung, puluhan ribu karya tulis berusia lama berjejer rapi di rak kayu yang memanjang. Buku-buku langka seperti karya “Kuncen Bandung” menjadi prioritas utamanya, termasuk edisi pertama “Semerbak Bunga di Bandung Raya” yang dicetak April 1986. Kisah Alex Merawat Sejarah tidak hanya tentang kegemarannya mengumpulkan buku, tetapi juga bagaimana ia menjadikan sejarah sebagai bagian dari identitas kota yang ia cintai.
Awal Mula Perjalanan Alex
Kecintaan Alex terhadap sejarah kota Bandung berawal dari cerita-cerita yang dituturkan orangtuanya saat kecil. Sebagai anak pertama, ia sering mendengar kisah tentang perubahan kota ini dari masa ke masa, yang membuatnya tertarik pada tulisan-tulisan yang menggambarkan masa lampau. Kisah Alex Merawat Sejarah dimulai dari inisiatif sederhana, yakni membeli buku lama yang dianggap bernilai historis. Awalnya, ia hanya mengumpulkan buku yang ia temukan di toko buku kecil atau pasar antik, tetapi seiring waktu, kegemarannya berkembang menjadi bisnis yang stabil.
Perjalanan Alex menuju dunia koleksi buku memperoleh momentum saat ia mulai membaca artikel-artikel karya Haryoto Kunto di Harian Umum Pikiran Rakyat. Tulisan-tulisan tersebut menjadi jembatan antara kegemarannya pada sejarah dan keinginan untuk menyimpan kisah-kisah yang berharga. “Saya terpukau dengan cara narasi yang mampu menghidupkan masa lalu,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Kisah Alex Merawat Sejarah semakin melekat dalam dirinya setelah ia menyadari bahwa buku-buku langka tidak hanya menyimpan informasi, tetapi juga emosi dan kenangan dari masa-masa tertentu.
Punk sebagai Bagian dari Kisah Sejarah
Dari hobi sederhana yang dimulai di masa kecil, Alex kini menjadikan pengumpulan buku sebagai cara untuk merawat sejarah. Ia menyebut bahwa dunia punk dan buku-buku langka saling melengkapi dalam menggambarkan identitas Kota Bandung. “Punk mengajarkan kebebasan, sementara buku mengajarkan ketelatenan,” katanya. Kisah Alex Merawat Sejarah juga mencakup pengaruh dari gerakan punk yang menghidupkan kembali semangat kritis dan kreativitas dalam menghadapi perubahan zaman.
Salah satu buku yang paling berharga dalam koleksinya adalah “Semerbak Bunga di Bandung Raya,” yang mencatat perubahan Kota Bandung secara mendetail. Buku ini dicetak pertama kali April 1986, dan edisi pertamanya sangat langka, harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Alex sering menggambarkan bagaimana buku-buku seperti ini menjadi saksi bisu dari dinamika sosial dan politik yang terjadi di Bandung sepanjang tahun 1980-an.
Proses pemilihan buku yang dikoleksinya sangat ketat. Alex mengatakan bahwa ia selalu mencari buku yang tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga mengandung kisah yang bisa menginspirasi pembaca. Hal ini membuat ia aktif dalam mengunjungi pasar antik dan toko buku tua di berbagai kota. Kisah Alex Merawat Sejarah juga menunjukkan bagaimana ia terus berusaha melestarikan kebudayaan lokal melalui medium yang ia pilih. “Buku adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan,” tambahnya.
Koleksi buku Alex tidak hanya berupa teks, tetapi juga ilustrasi dan peninggalan fisik yang terkait dengan sejarah. Ia sering menyebutkan bahwa buku-buku langka memperkaya pemahaman tentang Budaya Bandung, terutama dalam memahami peran generasi muda dalam memperjuangkan identitas kota. Kisah Alex Merawat Sejarah kini menjadi inspirasi bagi banyak kolektor muda yang ingin mengeksplorasi sejarah melalui cara yang unik dan modern.
