Skip to content
Royal desk
Juni 24, 2026 ArusKabar menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

Latest Program: Bertambah Tersangka Korupsi MBG , Begini Perannya bersama Dadan Hindayana

Richard Johnson 3 mins read

Perannya Bersama Dadan Hindayana Latest Program - Kementerian Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memperluas penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program

Latest Program: Bertambah Tersangka Korupsi MBG , Begini Perannya bersama Dadan Hindayana

Latest Program: Bertambah Tersangka Korupsi MBG, Begini Perannya Bersama Dadan Hindayana

Latest Program – Kementerian Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memperluas penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program Latest Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada hari ini, penyidik menetapkan seorang warga negara berinisial GHS sebagai tersangka keenam dalam skandal tersebut. Penetapan ini didasarkan pada dua alat bukti yang dianggap cukup, yang menunjukkan keterlibatan GHS dalam penyalahgunaan dana program Latest Program yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) selama periode 2025–2026. Kasus ini kian memperlihatkan kompleksitas tindakan korupsi yang melibatkan berbagai pihak dalam penyelenggaraan MBG.

Penyelidikan dan Peran GHS

“Setelah melakukan pemeriksaan dan berdasarkan dua alat bukti yang ada, tim penyidik menetapkan saudara GHS sebagai tersangka dalam perkara ini,” ujar Syarief Sulaeman Nahdi, Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung.

Syarief menjelaskan bahwa GHS diduga terlibat langsung dalam pengaturan penjualan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut penyidik, GHS memperoleh akses ke sistem penyaluran SPPG melalui yayasan yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Dadan Hindayana, mantan kepala BGN. Dadan, yang sudah lama terlibat dalam program MBG, diduga membagikan kewenangan administratif kepada GHS untuk memastikan keuntungan finansial terhadap penyelenggaraan Latest Program.

Alur Investigasi dan Kerja Sama Antara Dadan Hindayana dan GHS

Penyidikan menyebutkan bahwa hubungan antara GHS dan Dadan Hindayana telah terjalin sejak sebelum 2025, bahkan sejak periode 2024. Dadan diduga memberikan akses ke yayasan tertentu untuk memperoleh titik dapur SPPG. Yayasan tersebut, termasuk Indonesia Food Security Review, kemudian menjual SPPG kepada pihak-pihak tertentu yang berkepentingan dalam program Latest Program. Tindakan ini dianggap mengarah pada penyalahgunaan dana publik dan pengalihan keuntungan ke pihak swasta.

Menurut laporan penyidik, GHS juga berperan dalam komunikasi dengan tim verifikator yang ditunjuk Dadan Hindayana. Akses ini diduga digunakan untuk memastikan beberapa SPPG tidak direvisi atau diperbarui secara tepat waktu, sehingga tetap berada di bawah kendali yayasan yang dimiliki GHS. Proses ini menunjukkan bahwa ada upaya untuk mengatur dinas pengelolaan MBG agar lebih menguntungkan.

Konteks Program MBG dan Dugaan Korupsi

Program Latest Program MBG bertujuan memberikan makanan bergizi kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Namun, dugaan korupsi yang terungkap menunjukkan bahwa beberapa SPPG tidak terdistribusi secara efektif, atau digunakan untuk kepentingan pribadi. Hal ini memicu kecurigaan bahwa ada kebijakan yang diselenggarakan secara tidak transparan.

Dadan Hindayana, yang sebelumnya menjadi pelaku utama, dikenal sebagai mantan kepala BGN yang terlibat dalam beberapa kasus korupsi sebelumnya. Penetapan GHS sebagai tersangka menambah kompleksitas kasus, karena menunjukkan bahwa korupsi dalam program Latest Program melibatkan jaringan yang luas. Penyidik menekankan bahwa investigasi akan terus berlanjut hingga semua peran terungkap secara lengkap.

Konsekuensi dan Impak pada Masyarakat

Kasus ini memicu kecaman dari masyarakat yang merasa program Latest Program MBG tidak berjalan optimal. Banyak warga mengeluhkan bahwa akses ke makanan bergizi menjadi terbatas, dan ada dugaan bahwa dana yang dialokasikan tidak digunakan secara maksimal. Kejaksaan Agung berkomitmen untuk memastikan proses hukum berjalan adil, serta mengungkap kebijakan yang berpotensi merugikan kepentingan publik.

Dalam langkah penyelidikan berikutnya, pihak kejaksaan akan memeriksa lebih lanjut keterlibatan yayasan yang dikelola GHS. Selain itu, mereka juga akan mengevaluasi sejauh mana program Latest Program MBG telah mengalami perubahan arah dari tujuan awalnya. Penetapan tersangka baru menunjukkan bahwa penyelidikan sedang memperluas cakupannya, dan ada kemungkinan lebih banyak individu akan terlibat dalam kasus ini.

Penelusuran lebih Lanjut dan Perkembangan

Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa kasus korupsi dalam program Latest Program MBG masih dalam proses penyelidikan. Penyidik menilai bahwa ada kemungkinan terdapat laporan keuangan yang tidak sesuai dengan jumlah dana yang dialokasikan. Sejumlah anggota tim penyidik juga sedang memeriksa dokumentasi pendistribusian SPPG untuk memastikan adanya transaksi yang tidak jelas.

Kasus ini menjadi sorotan karena menggambarkan bagaimana korupsi dapat menginfeksi sistem kebijakan nasional. Dengan menetapkan GHS sebagai tersangka, penyidik menunjukkan bahwa investigasi tidak hanya fokus pada pelaku utama tetapi juga pada jaringan yang terlibat dalam menjalankan program Latest Program. Pemantauan lebih lanjut akan diperlukan untuk mengetahui dampak sosial dari skandal ini terhadap kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

Leave a reply