ArusKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Puing di Gaza Capai 61 Juta Ton, Pembersihan Diperkirakan Berlangsung hingga 10 Tahun

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By Elizabeth Davis - aruskabar.com

Foto : Elizabeth Davis - aruskabar.com

Puing di Gaza Capai 61 Juta Ton, Pembersihan Bisa Memakan Waktu 10 Tahun

Aruskabar.com – Puing di Gaza Capai 61 Juta Ton menjadi gambaran besarnya kerusakan yang harus ditangani di Jalur Gaza. Material bangunan yang runtuh diperkirakan mencapai 61 juta ton, sementara proses pembersihannya dapat berlangsung hingga sekitar 10 tahun.

Tantangan di lapangan bukan sekadar memindahkan beton, batu, besi, dan sisa bangunan. Banyak lokasi juga berpotensi menyimpan jasad korban serta amunisi yang belum meledak. Kondisi tersebut membuat pembersihan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan bahaya baru bagi warga maupun pekerja.

Jalan Beirut di Kota Gaza Mulai Dibuka

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Jalan Beirut di Kota Gaza. Area yang sebelumnya dipenuhi pertokoan dan permukiman itu kini tertutup reruntuhan bangunan, sehingga akses warga dan kendaraan sempat terganggu.

Program Pangan Dunia atau WFP bersama Program Pembangunan PBB, UNDP, terlibat dalam upaya membuka kembali jalur tersebut. Akses jalan penting untuk mendukung pergerakan warga, penyaluran bantuan, serta pemulihan aktivitas di wilayah yang terdampak kehancuran.

Insinyur PBB Ahmed Alyan, yang bekerja dengan tim WFP di lokasi, menggambarkan beratnya pekerjaan pembersihan reruntuhan di Gaza.

“Seperti mengosongkan lautan dengan sendok.”

Ungkapan itu mencerminkan luasnya area yang tertutup material bangunan. Puing tidak hanya berada di satu titik, melainkan tersebar di jalan, halaman, kawasan permukiman, dan bangunan yang sebelumnya menjadi pusat kehidupan warga.

Risiko Bangunan Rusak dan Bom Belum Meledak

Di sejumlah lokasi, gedung bertingkat masih berdiri meski mengalami kerusakan berat. Sebagian bangunan tampak miring atau memiliki fondasi yang terdampak, sehingga menambah risiko bagi warga yang tinggal di sekitar area tersebut dan petugas yang melakukan pembersihan.

Keadaan semakin sulit karena sebagian keluarga pengungsi masih bertahan di dalam atau dekat bangunan yang rusak. Keterbatasan tempat tinggal membuat pekerjaan pemindahan material harus mempertimbangkan keselamatan penduduk yang belum dapat meninggalkan kawasan itu.

Puing di Gaza Capai 61 Juta Ton juga berarti proses pencarian korban dapat menjadi lebih rumit. Setiap pengangkatan reruntuhan perlu memperhitungkan kemungkinan adanya jasad di bawah tumpukan material, sehingga pekerjaan ini tidak dapat dipandang hanya sebagai pengelolaan limbah konstruksi.

Ancaman amunisi yang belum meledak menjadi hambatan lain yang penting. Benda berbahaya dapat tersembunyi di antara pecahan dinding, kendaraan, besi, dan sisa bangunan. Karena itu, sejumlah area perlu diperiksa sebelum alat berat digunakan untuk membuka akses atau memindahkan puing.

Pemulihan Gaza Membutuhkan Proses Jangka Panjang

Perkiraan pembersihan hingga satu dekade menunjukkan bahwa dampak kerusakan di Gaza akan berlangsung lama. Sebanyak 61 juta ton material perlu dipilah, dipindahkan, diperiksa, dan ditangani dengan aman sebelum banyak kawasan dapat kembali digunakan.

Puing di Gaza Capai 61 Juta Ton bukan hanya persoalan angka, melainkan hambatan nyata bagi kehidupan sehari-hari. Reruntuhan dapat menutup jalan menuju rumah, toko, dan fasilitas lingkungan, sekaligus membatasi mobilitas warga yang berusaha bertahan di tengah kerusakan.

Pembukaan Jalan Beirut menunjukkan pentingnya pembersihan akses dasar. Jalan yang kembali dapat dilalui berpotensi membantu distribusi bantuan dan menghubungkan lingkungan yang sebelumnya terpisah akibat reruntuhan. Namun, proses itu tetap harus berjalan seiring dengan pemeriksaan keselamatan di setiap lokasi.

FAQ Puing di Gaza

Berapa jumlah puing bangunan di Gaza?

Jumlah puing di Jalur Gaza diperkirakan mencapai 61 juta ton. Material tersebut mencakup sisa bangunan yang runtuh dan tersebar di berbagai kawasan terdampak.

Berapa lama pembersihan puing di Gaza diperkirakan berlangsung?

Pembersihan reruntuhan diperkirakan dapat membutuhkan waktu hingga sekitar 10 tahun karena skalanya sangat besar dan terdapat risiko keamanan di lapangan.

Mengapa pembersihan puing Gaza tidak dapat dilakukan lebih cepat?

Selain volume reruntuhan yang sangat besar, pekerja harus menghadapi kemungkinan adanya jasad korban, bangunan yang tidak stabil, dan amunisi yang belum meledak di bawah puing.

Siapa yang terlibat membuka akses jalan di Kota Gaza?

WFP dan UNDP terlibat dalam upaya membuka kembali Jalan Beirut di Kota Gaza, yang tertutup material bangunan dan menjadi salah satu jalur penting bagi warga serta distribusi bantuan.

Related Reading