Massa Aksi 20 Oktober Padati Tugu Tani, Soroti Karhutla dan MBG
Aruskabar.com – Massa Aksi 20 Oktober Padati kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan pantauan di lokasi, peserta mulai berdatangan secara bertahap sejak pukul 14.55 WIB.
Para peserta aksi terlihat didominasi pakaian berwarna hitam. Sekitar pukul 15.10 WIB, jumlah massa bertambah dan mereka membawa sejumlah spanduk berisi kritik terhadap pemerintah. Isu kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan serta angka keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut.
Spanduk Kritik Warnai Aksi di Tugu Tani
Sejumlah tulisan pada spanduk menarik perhatian warga dan pengguna jalan di sekitar Tugu Tani. Di antaranya berbunyi, “Orangutan lebih berhati daripada orang istana”, “Padamkan apinya, bukan suaranya”, “Bukannya diaudit, malah MBG terus dilanjut”, serta “Hutanku, rumahku terbakar. Tidak terlihat kah dari istana?”
Pesan-pesan tersebut mencerminkan kritik peserta terhadap penanganan sejumlah persoalan yang mereka nilai masih perlu mendapat perhatian serius. Massa Aksi 20 Oktober Padati Tugu Tani dengan membawa tuntutan agar suara masyarakat terkait lingkungan, keselamatan anak, dan kebijakan publik didengar.
Sorotan terhadap Karhutla di Kalimantan
Salah seorang perwakilan mahasiswa yang mengenakan almamater biru tua dengan logo kampus IPB menyampaikan orasi mengenai kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Ia mempertanyakan penanganan karhutla yang menurutnya belum tuntas hingga saat aksi berlangsung.
“Mau berapa anak kecil yang kau bunuh? Mau berapa orang yang kau bunuh? Saudara-saudara kita meninggal dengan perut kenyang, apa itu etis?” ucapnya saat berorasi.
Dalam orasinya, mahasiswa tersebut juga menyinggung dampak kebakaran terhadap manusia, flora, dan fauna. Ia menekankan pentingnya menjaga hutan yang selama ini kerap disebut sebagai paru-paru dunia, sekaligus meminta agar persoalan lingkungan tidak diabaikan.
“Tolong teman-teman, saudara kita kesulitan. Flora fauna kita sudah mati, kita disebut paru-paru dunia tapi gimana kalau sudah mati?” lanjutnya.
FAQ Massa Aksi 20 Oktober di Tugu Tani
Kapan massa mulai berkumpul di Tugu Tani?
Massa mulai berdatangan secara berangsur di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, sejak sekitar pukul 14.55 WIB pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Apa isu yang disoroti dalam aksi tersebut?
Aksi menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta kritik terhadap kelanjutan program MBG di tengah sorotan mengenai angka keracunan.
Apa pesan utama yang disampaikan peserta aksi?
Peserta meminta perhatian pemerintah terhadap dampak karhutla, perlindungan flora dan fauna, keselamatan masyarakat, serta evaluasi kebijakan yang menjadi sorotan publik.
Massa Aksi 20 Oktober Padati Tugu Tani menjadi ruang penyampaian aspirasi terkait isu lingkungan dan kebijakan publik. Beragam spanduk serta orasi yang disuarakan menunjukkan desakan agar penanganan karhutla dan persoalan yang berkaitan dengan MBG mendapat perhatian lebih serius.

