Natalius Pigai Minta Polda Papua Usut Molotov Komnas HAM
Aruskabar.com – Natalius Pigai Minta Polda Papua mengusut tuntas pelemparan bom molotov ke Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Perwakilan Papua. Menteri Hak Asasi Manusia itu menilai insiden tersebut perlu ditangani secara serius untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi yang menyasar institusi HAM.
Informasi mengenai kejadian itu diterima Natalius Pigai pada Rabu, 9 September 2026. Saat itu, Majelis Rakyat Papua sedang menggelar audiensi di Gedung Kementerian HAM, Rasuna Said, Jakarta. Pigai kemudian meminta kepolisian memastikan seluruh fakta di lapangan diperiksa secara menyeluruh.
“Saya ingin sampaikan bahwa kantor Komnas HAM Perwakilan Papua saya dengar informasi dilempari bom molotov hari ini. Saya minta Polda Papua secara serius untuk cek sampai dapat siapa yang melempar bom molotov ke kantor Komnas HAM Perwakilan Papua,” kata Pigai.
Insiden Dinilai Serius bagi Institusi HAM
Menurut Pigai, pelemparan molotov ke kantor Komnas HAM Perwakilan Papua bukan perkara yang dapat dipandang ringan. Kantor tersebut merupakan bagian dari institusi yang menjalankan fungsi perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia di Papua. Karena itu, keselamatan tempat kerja, pegawai, serta masyarakat yang membutuhkan layanan harus menjadi perhatian.
Serangan terhadap kantor lembaga publik dapat menimbulkan dampak lebih luas daripada kerusakan di lokasi kejadian. Situasi semacam ini berpotensi menciptakan rasa cemas bagi pegawai dan warga yang hendak menyampaikan pengaduan atau berkonsultasi mengenai persoalan HAM. Keamanan lembaga menjadi penting agar aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Natalius Pigai Minta Polda Papua bekerja berdasarkan bukti yang ditemukan selama proses penyelidikan. Pengungkapan yang jelas diperlukan untuk memberikan kepastian kepada publik, sekaligus mencegah beredarnya dugaan yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini serius karena sama dengan melakukan kekerasan terhadap institusi hak asasi manusia,” ujarnya.
Semua Pihak Diminta Tidak Menuduh
Meski meminta penanganan tegas, Pigai mengingatkan agar masyarakat maupun pihak terkait tidak terburu-buru menunjuk individu atau lembaga tertentu sebagai pelaku. Ia menekankan bahwa kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada hasil penyelidikan objektif oleh aparat penegak hukum.
Pendekatan tersebut penting agar proses pengumpulan keterangan dan bukti dapat berlangsung tanpa tekanan maupun spekulasi. Dalam perkara yang berkaitan dengan kekerasan atau ancaman terhadap institusi, tuduhan tanpa dasar dapat memperkeruh keadaan dan mengalihkan perhatian dari upaya menemukan fakta sebenarnya.
“Kita enggak tahu. Tidak bisa menuduh siapa pun, lembaga mana yang melakukan. Tapi itu harus berdasarkan hasil penyelidikan secara objektif oleh aparat penegak hukum,” kata Pigai.
Penyelidikan diharapkan mencakup rangkaian peristiwa di sekitar Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, keterangan dari pihak yang berada di lokasi, serta petunjuk lain yang berkaitan dengan pelemparan bom molotov. Langkah itu diperlukan untuk menjawab pertanyaan mengenai identitas pelaku dan tujuan aksinya.
Pemerintah Menunggu Hasil Penyelidikan
Natalius Pigai Minta Polda Papua mengungkap kasus tersebut secara profesional. Pemerintah, menurutnya, menyerahkan proses penanganan perkara kepada kepolisian dan menunggu hasil kerja aparat dalam mengidentifikasi pihak yang melakukan pelemparan.
Penanganan yang transparan dan berorientasi pada fakta akan menentukan kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum. Bagi Komnas HAM Perwakilan Papua, kepastian keamanan juga diperlukan agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan, menyampaikan keluhan, dan mencari pendampingan tanpa kekhawatiran.
Pigai turut menegaskan bahwa perbedaan pandangan, kritik, ataupun keberatan tidak semestinya diwujudkan melalui kekerasan. Setiap persoalan perlu diselesaikan melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan yang mengancam keselamatan institusi publik.
“Kita tunggu pengungkapan siapa yang melakukan lempar bom molotov kepada kantor Komnas HAM Perwakilan Papua,” ujarnya.
Hingga penyelidikan berlangsung, perhatian utama tetap tertuju pada pengungkapan fakta serta perlindungan terhadap kegiatan Komnas HAM Perwakilan Papua. Identitas pelaku dan pihak yang bertanggung jawab harus ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan aparat, bukan dugaan yang belum terverifikasi.
FAQ Pelemparan Molotov Kantor Komnas HAM Papua
Apa yang diminta Natalius Pigai? Natalius Pigai meminta Polda Papua menyelidiki secara serius pelemparan bom molotov ke Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua hingga pelakunya dapat diketahui.
Apakah sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai pelaku? Belum ada informasi mengenai penetapan pelaku dalam materi yang tersedia. Pigai meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan objektif dari aparat penegak hukum.
Mengapa kasus ini dianggap penting? Pigai menilai tindakan tersebut sebagai kekerasan terhadap institusi hak asasi manusia. Pengungkapan perkara diperlukan untuk menjaga keamanan lembaga, pegawai, dan masyarakat yang membutuhkan layanan Komnas HAM Perwakilan Papua.

