Aruskabar.com – PIKIRAN RAKYAT- Gubernur DKI JakartaPramono Anungmenyebutkanpenertiban pedagangdi kawasanKramat Jati, Jakarta Timur, telah menjadi persoalan yang berlangsung sejak tahun 1970-an atau lebih dari 50 tahun. Menurut dia, langkah pemerintah melakukan penataan kawasan Kramatjati selama ini cenderung memilih langkah penggusuran dan pemindahan. "Menurut saya hal yang prinsip adalah kalau selama ini pendekatannya adalah melakukan penggusuran, memindahkan dengan digusur," katanya di Lokbin Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa 1 September 2026 malam.
Di era kepemerintahannya, Pramono menilai adanya urgensi pendekatan yang lebih humanis kepada para pedagang. Hal itu mendorong dirinya untuk rutin berdialog kepada pihak terkait, salah satunya bersama Koordinator Pedagang SubuhKramat JatiMuhtarom. Karena itu, Pemprov memberi solusi melalui penyediaan lahan untuk pedagang tetap berjualan tanpa ganggu kenyamanan pengguna jalan.
"Saya meminta alternatif yang lebih humanis. Untuk itu harus ada tempat yang layak untuk mereka bisa berjualan. Memang prosesnya pasti tidak gampang," ujarnya.
Disebutkan, sekitar 331 pedagang ditempatkan di PasarKramat JatiSektor 7, 193 pedagang ikan dipindahkan ke LokbinKramat Jati, dan 45 pedagang kue ditempatkan di Lokbin Cililitan. Sedangkan 45 pedagang lainnya direncanakan untuk relokasi ke pasar milik Perumda Pasar Jaya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pramono Ungkap Sulitnya Menertibkan Pedagang Kramat?
Pramono Ungkap Sulitnya Menertibkan Pedagang Kramat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pramono Ungkap Sulitnya Menertibkan Pedagang Kramat matter?
Pramono Ungkap Sulitnya Menertibkan Pedagang Kramat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

